Buol, TabeNews.com – Pemerintah Kabupaten Buol mengikuti program nasional percepatan tanam melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 50.000 hektare pada lokasi oplah tahun 2024 dan 2025 serta lahan CSR 2205 di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah Kabupaten Buol, kegiatan dipusatkan di Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Buol, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buol, Kepala Dinas Pertanian, Camat Biau, Danramil 1305-05 Biau, Kapolsek Momunu, Kepala Desa Pomayagon, Satgas Penyuluh Pertanian, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Pomayagon, Ramli S. Pesona, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Buol dalam kegiatan tanam serempak tersebut.
Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Buol itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat desa, terlebih di tengah padatnya agenda pemerintahan.
“Atas nama Pemerintah Desa Pomayagon, kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meluangkan waktu hadir langsung di desa kami pada kegiatan penanaman perdana ini,” ujar Ramli.
Ia juga melaporkan bahwa Pemerintah Desa Pomayagon sejak Januari 2025 telah menjalankan program penertiban ternak liar sesuai amanat Perda Nomor 8 Tahun 2017.
“Alhamdulillah, sekitar 99 persen warga pemilik ternak sudah sadar dan mengandangkan ternaknya masing-masing. Tinggal sebagian kecil ternak dari desa tetangga yang masih masuk ke wilayah kami,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buol, Amrin Togila, S.P, menyampaikan berbagai capaian sektor pertanian di Kabupaten Buol.
Ia menjelaskan, usulan cetak sawah yang ditandatangani Bupati Buol pada 24 Mei lalu sebesar 500 hektare, kemudian ditambah lagi 500 hektare, sehingga total mencapai 1.000 hektare dan terealisasi 10,75 hektare.
“Artinya ada kelebihan pekerjaan sekitar 10 hektare lebih. Ini menjadi capaian luar biasa untuk Kabupaten Buol,” ujarnya.
Selain itu, berbagai bantuan pertanian juga telah disalurkan, di antaranya:
• Pupuk Urea, NPK dan dolomit
• Benih padi ke berbagai wilayah
• 10 unit cultivator
• 5 unit traktor roda empat
• 5 unit combine harvester
• 27 unit traktor roda dua
• 174 unit pompa air
• 2,3 ton pestisida dan herbisida
Amrin juga mengungkapkan bahwa tahun ini Pemkab Buol menargetkan pembukaan lahan baru seluas 1.764 hektare di hamparan Kecamatan Momunu dan Bukal
“Kalau ini terbuka, dari Kampung Bugis sampai sejauh mata memandang akan menjadi kawasan pertanian produktif,” katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga sedang mengusulkan pembangunan jalan usaha tani, irigasi, embung, jaringan air, hingga pengadaan 11 unit rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi modern.
Dalam sambutannya, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM, menyampaikan bahwa dirinya baru saja menghadiri pertemuan bersama sekitar 100 kepala daerah dengan Menteri Pertanian di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Buol mengusulkan berbagai program strategis, termasuk bantuan 11 unit rice milling unit, alat mesin pertanian, hingga pengembangan cetak sawah baru.
Menurut Bupati, jika seluruh potensi lahan pertanian di Buol dapat dimaksimalkan, maka Buol akan mampu menjadi daerah penghasil pangan utama di Sulawesi Tengah.
“Kalau 8.000 hektare lahan pertanian ini bisa kita tanami secara maksimal dan panen setiap tiga bulan setengah, saya yakin Buol bisa menyamai Parigi Moutong sebagai daerah sumber pangan, khususnya padi dan karbohidrat,” tegas Bupati.
Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan langsung kepada pemerintah pusat mengenai kebutuhan bendungan, irigasi primer, sekunder, serta normalisasi sungai di sejumlah wilayah rawan banjir.
“Kita butuh dukungan pusat untuk bendungan dan irigasi. Kalau itu terwujud, pertanian Buol akan semakin maju,” ujarnya.
Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong dalam membangun daerah.
“Efisiensi anggaran bukan berarti pembangunan berhenti. Kita harus bangkitkan kembali budaya gotong royong. Kalau ada jalan rusak sedikit, mari sama-sama perbaiki. Jangan selalu menunggu proyek,” pesannya.
Bupati berharap gerakan tanam serempak ini menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Buol.
“Semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada kita semua untuk membangun Buol dan Indonesia dari sektor pertanian menuju kesejahteraan,” tutupnya.
kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara bupati buol bersama masyarakat petani desa pomayagon.
Redaksi









