Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Diskusi Kanal Aspirasi Warga Buol: Aren Didorong Jadi Komoditas Strategis, Hilirisasi Jadi Kunci Ekonomi Hijau Daerah

97
×

Diskusi Kanal Aspirasi Warga Buol: Aren Didorong Jadi Komoditas Strategis, Hilirisasi Jadi Kunci Ekonomi Hijau Daerah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol TabeNews.com – Diskusi hangat yang berlangsung di grup WhatsApp Kanal Aspirasi Warga Buol pada Kamis (9/4/2026) menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait pengembangan komoditas aren dan hilirisasi produk turunannya. 

Forum ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, penyuluh, praktisi lapangan, pelaku usaha hingga masyarakat.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Diskusi tersebut menegaskan bahwa tanaman aren memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan Kabupaten Buol, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan ekologis.

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya penguatan kualitas dan standarisasi produk gula aren. Peserta diskusi menilai, masih adanya keluhan konsumen seperti gula yang cepat mencair atau terasa asam menjadi indikator lemahnya kontrol mutu di tingkat produksi.

Karena itu, pemerintah daerah melalui OPD terkait didorong untuk segera menyusun standar mutu gula aren/gula merah, sekaligus meningkatkan pendampingan teknis kepada para produsen. Produksi yang jujur, higienis, dan sesuai standar pasar dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Diskusi juga menekankan pentingnya diversifikasi dan hilirisasi produk aren sebagai langkah strategis meningkatkan nilai jual. Sejumlah produk turunan yang dinilai potensial untuk dikembangkan antara lain gula semut, gula aren cair untuk kebutuhan warung kopi dan kafe, gula merah kemasan premium, cuka aren, hingga bioetanol dari nira aren.

Khusus bioetanol, peserta diskusi menilai peluangnya sangat relevan di tengah isu kelangkaan BBM di sejumlah wilayah. Produk ini bahkan dipandang berpotensi menjadi solusi energi alternatif berbasis sumber daya lokal.

Dari sisi lingkungan, tanaman aren dinilai memiliki keunggulan karena sistem perakarannya yang kuat dan mampu menjaga stabilitas tanah. Oleh karena itu, pengembangan aren direkomendasikan difokuskan pada lahan tidak produktif, batas kebun masyarakat, serta kawasan rawan longsor.

Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Fakta di lapangan menunjukkan permintaan pasar terhadap produk gula aren Buol terus meningkat, bahkan telah menjangkau kota-kota seperti Palu, Gorontalo, Manado hingga Jakarta. Namun, kapasitas produksi yang masih terbatas menjadi kendala utama.

Untuk menjawab tantangan tersebut, forum merekomendasikan sejumlah langkah konkret, seperti penyediaan bibit unggul, bantuan alat produksi modern, pembangunan rumah produksi bersama, serta penguatan kelembagaan kelompok tani hutan dan UMKM.

Pengalaman dari desa-desa seperti Mendaan, Potugu, dan Lipubogu menjadi contoh keberhasilan awal. Produk gula aren kemasan dari wilayah tersebut bahkan telah mengantongi legalitas seperti sertifikat halal, BPOM, dan PIRT, serta mampu menembus pasar luar daerah.

Diskusi juga menyinggung aspek sosial, di mana sebagian petani masih cenderung memilih hasil jangka pendek dibanding investasi jangka panjang seperti aren. Hal ini dipahami sebagai realitas kebutuhan ekonomi keluarga.

Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi usaha, pendampingan berkelanjutan, serta skema insentif yang mampu mendorong petani melihat aren sebagai sumber penghasilan yang stabil dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, forum menyepakati bahwa aren bukan sekadar komoditas biasa, melainkan simbol masa depan ekonomi hijau Kabupaten Buol. Pengembangannya diyakini mampu menghadirkan kesejahteraan petani, memperkuat UMKM, menjaga kelestarian lingkungan, hingga membuka peluang energi alternatif.

Seluruh peserta berharap hasil diskusi ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret, program pembinaan, serta dukungan lintas sektor dari pemerintah daerah.

“Diskusi ini menjadi titik terang menuju kebangkitan ekonomi aren Buol yang bermartabat, berkelanjutan, dan membanggakan daerah,” demikian semangat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600