Tolitoli, tABEnews — Harapan baru tumbuh dari Desa Anggasan, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) MESONGUAN, masyarakat mulai merintis kemandirian ekonomi dengan mengembangkan usaha budidaya ayam petelur.
Dengan populasi awal sekitar 450 ekor, unit usaha ini masih berada pada tahap pemula. Meski demikian, geliatnya sudah mulai terasa sebagai langkah awal menuju penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Kepala Desa Anggasan, Ruslan M Hadi, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar usaha ternak, tetapi juga bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi desa.
“Usaha ayam petelur ini kami harapkan bisa maju dan membawa kesejahteraan. Sekaligus mendorong masyarakat untuk bertani jagung tongkol sebagai bahan pakan, sehingga saling menguntungkan antara peternak dan petani,” ujarnya.
Pengembangan usaha ini didukung melalui penyertaan modal dari dana desa beberapa bulan terakhir. Saat ini, produksi telur masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan dipasarkan ke warung-warung sekitar.
Namun, optimisme terus tumbuh. Permintaan dari luar desa mulai berdatangan, membuka peluang pasar yang lebih luas di masa mendatang.
“Kalau pengembangannya berhasil, ini akan sangat membantu desa. Ke depan, kami berharap bisa memenuhi permintaan dari luar yang sudah mulai masuk,” tambah Ruslan.
Tak berhenti di situ, BUMDes MESONGUAN juga berencana mengembangkan unit usaha lain guna memperkuat pemberdayaan masyarakat. Tujuannya jelas: menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Anggasan.
Langkah kecil dari kandang ayam ini kini menjelma menjadi simbol harapan besar—bahwa desa mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, menuju kemandirian ekonomi yang nyata.
fajrin








