Buol TabeNews.com – Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Paleleh Tahun 2026, pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 13.30 WITA, bertempat di BPU Kecamatan Paleleh.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, MM, Wakil Bupati Buol, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Danramil Paleleh, Danpos TNI AL Paleleh, Kepala OPD se-Kabupaten Buol, serta Camat Paleleh.
Musrenbang tahun ini mengusung tema:
“Mengembangkan sektor pertanian dan SDM berkelanjutan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting.”
Dalam sambutannya, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo MM menegaskan bahwa Musrenbang harus menjadi forum yang fokus pada penyelesaian persoalan mendasar daerah, khususnya penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Presiden menargetkan angka kemiskinan turun hingga 9 persen dan stunting ditekan signifikan. Kita harus bergerak cepat, terukur, dan berbasis data. Program tidak boleh sekadar rutinitas, tetapi harus berdampak nyata,” tegas Bupati.
Bupati juga menyoroti kondisi fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Ia menyampaikan bahwa transfer ke daerah mengalami penyesuaian, sehingga diperlukan langkah strategis dalam pengelolaan belanja.
“Kita harus menghitung dengan cermat biaya tetap, kewajiban belanja pegawai, dan prioritas pembangunan. Bahkan TPP terpaksa disesuaikan demi menjaga keberlanjutan pembiayaan, termasuk untuk P3K,” jelasnya.
Bupati menekankan pentingnya percepatan realisasi beberapa program prioritas nasional di Kabupaten Buol, antara lain:
1. Penurunan stunting
2. Pengentasan kemiskinan
3. SPPG/Dapur sehat
4. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
5. Sekolah Rakyat
“Jika capaian program prioritas tidak menunjukkan progres, daerah berisiko menghadapi efisiensi anggaran lebih lanjut di tahun mendatang,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Bupati juga mendorong percepatan aktivitas sektor produktif sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk pengembangan potensi pertambangan dan investasi daerah.
“Saya minta kegiatan fisik segera berjalan. Jika dalam tiga bulan tidak ada progres, evaluasi akan dilakukan. Kita butuh pergerakan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan PAD,” tegasnya.
Bupati menyoroti pentingnya validasi dan sinkronisasi data antarlevel pemerintahan, mulai dari desa, kecamatan, OPD hingga pusat.
“Data adalah pijakan utama kebijakan. Ketidaksinkronan data dapat berdampak pada salah arah program dan bantuan,” katanya.
Ia mencontohkan kasus bantuan sektor perkebunan yang tidak sesuai potensi riil daerah akibat penggunaan data lama.
Untuk meningkatkan efektivitas Musrenbang, Bupati meminta ke depan kehadiran OPD disesuaikan dengan isu strategis kecamatan.
“Cukup OPD yang relevan dengan prioritas usulan kecamatan. Kurangi belanja kegiatan seremonial, alihkan ke program yang langsung menyentuh masyarakat,” arahannya.
Di akhir sambutan, Bupati mengajak seluruh elemen untuk menyosialisasikan Call Center 112, layanan darurat bebas pulsa 24 jam.
“Jika terjadi KDRT, kebakaran, banjir, atau kondisi darurat lainnya, masyarakat dapat menghubungi 112,” ujarnya.
Bupati menutup sambutan dengan ajakan kolaborasi lintas sektor dan memohon dukungan moral dari masyarakat.
“Kami bukan Superman. Kami butuh doa dan dukungan agar tetap tegak lurus bekerja untuk masyarakat Buol,” pungkasnya.
Musrenbang Kecamatan Paleleh 2026 berlangsung dengan agenda pemaparan arah kebijakan pembangunan daerah, diskusi prioritas usulan desa, serta penajaman program kegiatan tahun perencanaan mendatang.
Redaksi










