buol

Kelangkaan LPG Bersubsidi Kian Terasa di Perkotaan Jelang Ramadan, Warga Desak Pemerintah Bertindak Tegas

86
×

Kelangkaan LPG Bersubsidi Kian Terasa di Perkotaan Jelang Ramadan, Warga Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol TabeNews.com — Kelangkaan gas Elpiji (LPG) 3 kilogram bersubsidi semakin dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan. Kondisi ini terjadi di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, di mana kebutuhan rumah tangga, terutama kebutuhan dapur, dipastikan meningkat.

Bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh berkah justru dibayangi kekhawatiran masyarakat kecil akibat sulitnya memperoleh LPG bersubsidi. 

Advertising
banner 325x300
Advertising

Padahal, gas LPG 3 kilogram merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu untuk menunjang aktivitas memasak sehari-hari.

Fakta di lapangan menunjukkan, masyarakat miskin yang seharusnya menjadi prioritas penerima LPG bersubsidi justru mengalami kesulitan mendapatkan gas tersebut. 

Sebaliknya, tidak sedikit pihak yang dinilai tidak berhak diduga dengan mudah mengakses LPG bersubsidi. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah kelangkaan ini akan terus berlangsung hingga memasuki bulan Ramadan?

Situasi tersebut dinilai tidak terlepas dari lemahnya pengawasan serta kurangnya ketegasan pemerintah dalam menertibkan pangkalan LPG yang diduga tidak menyalurkan gas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku. 

Padahal, aturan telah menegaskan bahwa LPG bersubsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro tertentu, bukan untuk kalangan mampu maupun kegiatan usaha skala besar.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Buol segera turun tangan melakukan penertiban menyeluruh terhadap seluruh pangkalan LPG yang beroperasi di wilayahnya. 

Penertiban dinilai penting untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Kami meminta dengan sangat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buol agar segera melakukan pengawasan dan penertiban. Jika ditemukan pangkalan yang nakal dan menyalahgunakan penyaluran LPG bersubsidi, maka izinnya harus dicabut,” tegas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Langkah tegas tersebut dinilai sebagai bentuk keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil yang benar-benar berhak, sekaligus untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Masyarakat berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera mengambil langkah konkret agar kelangkaan LPG bersubsidi tidak terus berlarut-larut dan tidak semakin memberatkan kehidupan warga kurang mampu.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600