Buol TabeNews.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Buol melakukan kunjungan langsung ke RSUD Mokoyurli, untuk menjenguk 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang baru saja diselamatkan setelah terombang-ambing di laut selama 15 hari akibat cuaca ekstrem.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol, Moh Nasir DJ Daimaroto SH., MH didampingi Sekda Moh Yamin Rahim SH., MH dan jajaran pemerintah daerah, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada para korban, khususnya anak-anak, balita, dan perempuan yang mengalami kondisi kesehatan memprihatinkan.
Dalam kunjungan itu, tampak sejumlah korban mengalami luka bakar matahari (sunburn) pada wajah dan bagian tubuh lainnya akibat terlalu lama terpapar panas matahari di laut lepas. Para korban juga terlihat lemas akibat dehidrasi dan kelaparan saat pertama kali ditemukan.
Wakil Bupati Buol dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buol mengedepankan aspek kemanusiaan di atas segalanya, tanpa memandang latar belakang kewarganegaraan.
“Keselamatan dan kemanusiaan adalah yang utama. Kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang layak, rasa aman, serta tempat bernaung sementara selama berada di Kabupaten Buol,” ujar Wabup di hadapan tenaga medis. Jum’at (23/1/26).
Pemerintah Kabupaten Buol juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada nelayan lokal, khususnya Muhammad Rusman alias Cici, yang dengan penuh kepedulian dan keberanian telah menyelamatkan para korban di tengah laut.
“Tindakan cepat dan rasa kemanusiaan nelayan kita patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa nilai solidaritas dan empati masyarakat Buol masih sangat kuat,” tambahnya.
Dari total 15 WNA yang dirawat, diketahui terdiri dari 7 orang dewasa dan 8 anak-anak serta balita. Seluruh korban kini menjalani pemeriksaan kesehatan secara intensif di RSUD Mokoyurli, meliputi penanganan dehidrasi, kelelahan ekstrem, serta dampak paparan sinar matahari dalam waktu lama.
Pihak rumah sakit memastikan para korban mendapatkan penanganan medis sesuai standar, termasuk pemantauan kondisi anak-anak dan balita yang sebelumnya berada dalam kondisi paling rentan.
Pemerintah Kabupaten Buol juga menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan koordinasi lintas instansi, melibatkan Imigrasi, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, serta pihak terkait lainnya, guna proses pendataan identitas dan penanganan lanjutan.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur resmi untuk memastikan pemulangan para korban ke negara asalnya melalui jalur yang sah, setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan stabil.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitme Pemerintah Kabupaten Buol dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta memberikan perlindungan maksimal bagi setiap korban musibah, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam penanganan kasus kemanusiaan lintas negara.
Redaksi









