Buol, TabeNews.com — Di saat Pemerintah Kabupaten Buol menunjukkan komitmen meningkatkan pelayanan pendidikan dengan melantik sebanyak 1.233 tenaga honorer paruh waktu, muncul persoalan serius di lapangan yang justru mencoreng dunia pendidikan.
Seorang guru yang bertugas di SD Negeri 9 Momunu, Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, diduga sudah berbulan-bulan tidak menjalankan tugas mengajar sebagaimana mestinya.
Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari instansi terkait, meski persoalan tersebut telah berulang kali dilaporkan.
Berdasarkan keterangan warga dan orang tua murid, persoalan ini sebenarnya sudah disampaikan sebelum masa libur sekolah. Bahkan, menurut sumber, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Buol bersama rekan-rekannya sempat turun langsung ke sekolah untuk menanyakan perihal ketidakhadiran guru tersebut.
“Kami sudah tanya langsung ke sekolah. Tapi bahasanya dari pihak dinas, katanya sudah berusaha memanggil yang bersangkutan baik-baik, namun belum ada efek jera,” ungkap salah satu sumber kepada media ini.
Lebih lanjut, sumber tersebut menyampaikan bahwa pihak Dinas Pendidikan menyatakan persoalan ini telah diserahkan langsung kepada Bupati Buol untuk ditindaklanjuti. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai sanksi atau langkah konkret yang diambil.
“Katanya sudah diserahkan ke Bupati, tapi sampai sekarang kami belum melihat ada tindak lanjut yang jelas. Terus terang kami mulai ragu,” tambahnya.
Informasi lain yang diterima media ini menyebutkan bahwa guru yang bersangkutan saat ini diduga berada di wilayah Kem 7, sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap terganggu akibat ketidakhadirannya.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam dari masyarakat, khususnya para orang tua murid, karena berimbas langsung pada hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Situasi ini menjadi tantangan sekaligus tugas penting bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buol yang baru, agar segera bertindak tegas dan profesional. Penegakan disiplin terhadap tenaga pendidik dinilai mutlak diperlukan demi menjaga kualitas pendidikan serta wibawa institusi.
Masyarakat berharap, di tengah semangat pembenahan sektor pendidikan dan penataan tenaga honorer, tidak ada pembiaran terhadap pelanggaran disiplin, apalagi yang menyangkut masa depan generasi penerus daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Buol maupun guru yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.
Redaksi










