Buol TabeNews.com — Kontestasi pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buol memasuki babak krusial. Kamis (25/12/25).
Dua figur kuat secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI Buol pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) ke II yang digelar di Sekretariat KONI Buol, Kelurahan Kali, Jalan M.A. Turungku.
Dengan hanya dua nama yang tersisa, pertarungan dipastikan berlangsung keras, terbuka, dan sarat kepentingan.
Dua figur tersebut yakni H. Risharyudi Triwibowo, MM dan Drs. Sofyan Jusuf, M.Si. Keduanya secara terbuka menyatakan kesiapan bertarung memperebutkan kursi Ketua KONI Buol dalam Musorkab yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Desember 2025.
Risharyudi Triwibowo atau yang dikenal dengan sapaan Bowo, merupakan Bupati Buol aktif, sementara Sofyan Jusuf adalah politisi senior dengan rekam jejak panjang dalam pemerintahan dan organisasi.
Dua latar belakang berbeda ini menjadikan pertarungan semakin tajam, karena masing-masing membawa kekuatan, jaringan, dan pengaruh yang signifikan di tubuh cabang olahraga.
Pemilihan Ketua KONI Buol tidak hanya menjadi ajang perebutan jabatan, namun juga penentuan arah kebijakan dan masa depan pembinaan olahraga daerah.
Kedua calon akan bertarung habis-habisan untuk merebut dukungan cabang olahraga (cabor) yang memiliki hak suara sah.
Data KONI Buol mencatat terdapat 27 cabor yang terdaftar, namun hanya 17 cabor yang telah memiliki hak suara sah, sedangkan 10 cabor lainnya masih menunggu SK perpanjangan kepengurusan.
Kondisi ini membuat perebutan suara semakin ketat, karena setiap dukungan cabor menjadi sangat menentukan.
Tahapan pendaftaran bakal calon dibuka sejak 23 hingga 25 Desember 2025 dan resmi ditutup pada pukul 24.00 WITA.
Panitia Musorkab juga membuka masa perbaikan dokumen pada 26 Desember 2025, mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WITA, sebagai tahapan akhir sebelum penetapan calon.
Baik Risharyudi Triwibowo maupun Sofyan Jusuf sama-sama mengklaim telah mengantongi minimal 30 persen dukungan cabor, yang menjadi syarat mutlak untuk melaju ke tahap pemilihan Ketua KONI Buol.
Klaim ini menegaskan bahwa pertarungan tidak bersifat simbolik, melainkan benar-benar adu kekuatan politik olahraga.
Sebelumnya, sempat mencuat dua nama lain yakni Harno dan Salim Mandula sebagai figur potensial.
Namun hingga penutupan pendaftaran, kedua nama tersebut tidak mengambil formulir pencalonan. Dengan demikian, secara resmi hanya Bowo dan Sofyan yang maju sebagai bakal calon Ketua KONI Buol.
Dengan hanya dua figur yang tersisa dan sama-sama memiliki kekuatan besar, Musorkab ke II KONI Buol dipastikan akan berlangsung panas dan menentukan.
Hasil Musorkab ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi akan menjadi penentu arah prestasi olahraga Kabupaten Buol dalam beberapa tahun ke depan.
Redaksi










