Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Duel Dua Calon Ketua KONI Buol Makin Memanas, Perebutan Dukungan 30 Persen Cabor Jadi Penentu

177
×

Duel Dua Calon Ketua KONI Buol Makin Memanas, Perebutan Dukungan 30 Persen Cabor Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol TabeNews.com — Dinamika pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buol periode 2026–2030 kian memanas. Memasuki hari Jumat, 26 Desember 2025, suasana kontestasi semakin panas seiring berakhirnya masa perbaikan dokumen yang sekaligus menjadi momen krusial bagi para bakal calon untuk mengamankan dukungan minimal 30 persen dari cabang olahraga (cabor).

Dua figur bakal calon ketua yang telah resmi mengambil formulir pendaftaran kini berada dalam sorotan tajam publik olahraga Buol. 

Advertising
banner 325x300
Advertising

Pertanyaan besar pun mengemuka: siapakah yang mampu memenuhi syarat dukungan cabor? Apakah Risharyudi Triwibowo (Bowo) berhasil mengantongi dukungan 30 persen, atau justru Sopyan Yusup yang lebih dahulu mengamankan suara mayoritas cabor?

Ketentuan dukungan minimal 30 persen cabor menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Kondisi inilah yang membuat tensi politik olahraga semakin meningkat, mengingat lobi-lobi, konsolidasi, serta manuver dukungan terus bergerak intens hingga detik-detik akhir masa perbaikan berkas.

Berdasarkan data KONI Kabupaten Buol, terdapat 27 cabang olahraga yang terdaftar, namun hanya 17 cabor yang memiliki hak suara sah. Sementara 10 cabor lainnya masih menunggu perpanjangan Surat Keputusan (SK) dari pengurus tingkat provinsi maupun pusat, sehingga belum dapat menentukan sikap secara resmi dalam kontestasi ini.

Situasi tersebut menambah ketegangan persaingan, karena dukungan dari 17 cabor pemilik hak suara menjadi sangat menentukan arah pertarungan.

Setiap pergeseran dukungan dinilai berpotensi mengubah peta kekuatan kedua bakal calon secara signifikan.

Tak hanya soal siapa yang unggul, spekulasi lain pun mencuat ke permukaan: apakah Bowo berpeluang menjadi calon tunggal, atau justru Sopyan yang akan melenggang sendiri jika salah satu pihak gagal memenuhi ambang batas dukungan cabor. 

Semua kemungkinan masih terbuka dan sepenuhnya bergantung pada hasil verifikasi dokumen dan dukungan oleh panitia.

Dengan latar belakang, karakter, dan basis dukungan yang berbeda, kehadiran dua bakal calon dari kalangan yang berbeda ini diyakini menjadikan kontestasi Ketua KONI Buol sebagai salah satu yang paling panas dan kompetitif dalam beberapa periode terakhir. 

Keduanya dinilai memiliki kualitas, pengalaman, serta jaringan masing-masing di dunia olahraga Buol.

Seluruh perhatian kini tertuju pada rapat pleno Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Desember 2025. 

Pleno tersebut akan menjadi panggung penentuan, sekaligus menjawab semua spekulasi publik: apakah pertarungan berlanjut dua calon atau justru melahirkan calon tunggal Ketua KONI Buol periode 2026–2030.

Atmosfer panas ini mencerminkan tingginya perhatian dan harapan insan olahraga Buol terhadap kepemimpinan KONI ke depan. 

Siapapun yang akhirnya dinyatakan lolos, dituntut mampu membawa olahraga Buol menuju prestasi yang lebih baik serta tata kelola organisasi yang profesional dan berintegritas.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600