Tabe News Tolitoli — Setelah dua tahun mengabdi di Polres Tolitoli, IPTU Herman Yoseph, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatrenarkoba), akan dipindahtugaskan ke Polda Sulawesi Tengah. Informasi tersebut mencuat menjelang serah terima jabatan yang dijadwalkan pada minggu kedua Desember.
Selama masa tugasnya, IPTU Herman Yoseph dikenal sebagai perwira yang tegas dan konsisten dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Tolitoli. Sejak awal menjabat pada Desember 2023, ia membuktikan komitmennya kepada Kapolres Tolitoli saat itu, AKBP Bambang Herkamto, dengan kinerja nyata.
Dalam dua bulan pertama masa tugasnya, IPTU Herman Yoseph berhasil mengungkap lima kasus narkoba dengan barang bukti seberat 4.151 gram dan mengamankan tujuh orang pelaku. Tidak berhenti di situ, sejumlah pelaku peredaran narkoba dalam Kota Tolitoli yang selama ini dikenal licin dan sulit tersentuh hukum pun berhasil diamankan.
Kinerja cepat dan tegas tersebut sempat membangkitkan semangat dan harapan masyarakat Kota Cengkeh. Dalam pernyataannya usai serah terima jabatan, IPTU Herman Yoseph menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan tindak pidana lex specialis yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, perang melawan narkotika tidak akan efektif tanpa dukungan informasi dari masyarakat serta kewenangan penyidikan yang dijalankan sesuai undang-undang.
Di tengah berbagai kritik dan tudingan miring, termasuk isu pergantian barang bukti hingga dugaan setoran dari pelaku narkoba, perwira asal Larantuka, NTT, ini memilih tetap fokus pada kinerja. Ia bahkan menjadikan kritik tersebut sebagai pemicu semangat bagi jajaran Satresnarkoba Polres Tolitoli.
“Biarkan mereka bicara yang kecil-kecil, Satresnarkoba fokus ke barang bukti yang kilogram,” ujar IPTU Herman Yoseph kala itu.
Puncak dari capaian kinerja tersebut terjadi pada Kamis, 24 Juli 2025, ketika Polres Tolitoli untuk pertama kalinya berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba lintas negara Nunukan–Malaysia dengan barang bukti mencapai 30 kilogram. Pengungkapan tersebut melibatkan Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Tengah dan mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, S.I.K., berupa piagam penghargaan kepada jajaran Satresnarkoba.
Keberhasilan tersebut dinilai telah menyelamatkan ratusan jiwa serta potensi kerugian negara hingga miliaran rupiah. IPTU Herman Yoseph sendiri menghabiskan setengah masa dinasnya sebagai penyidik reserse, termasuk pernah menjabat sebagai KBO Satresnarkoba Polres Luwuk sebelum akhirnya dipercaya memimpin Satresnarkoba Polres Tolitoli.
Dalam waktu dekat, IPTU Herman Yoseph dijadwalkan akan melaksanakan tugas baru di bidang siber Polda Sulawesi Tengah. Sementara itu, penggantinya di Polres Tolitoli disebut-sebut berasal dari latar belakang reserse yang dinilai mumpuni dan memahami secara mendalam penanganan perkara lex specialis dan termasuk Extraordinary Crime (Kejahatan luar biasa) .
Armen Djaru









