Buol, TabeNews.com — Hasil investigasi media sebelumnya mengungkap kondisi memprihatinkan di Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kelurahan Kulango, Kabupaten Buol, di mana sejumlah kolam ditemukan berisi ikan kurus dan sebagian mati diduga akibat kekurangan pakan (Busung Lapar) selama tahun 2025.
Sumber internal balai menyebut bahwa sejak Januari hingga Desember 2025, anggaran pengadaan pakan ikan tidak pernah terealisasi, sehingga operasional pembenihan praktis terhenti dan ribuan ikan diperkirakan mati.
“Sejak awal tahun sampai hari ini tidak ada pakan sama sekali karena anggarannya tidak tersedia. Makanya banyak ikan yang mati, ikan-ikan di kolam ini ibaratnya busung lapar,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu (3/12/25).
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan benih ikan bagi para pembudidaya ikan air tawar di Buol yang selama ini mengandalkan suplai dari BBIAT Kulango.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buol, Dr. Tonang, S.Pd., MA, memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp pribadinya. Ia menyatakan bahwa dirinya kecewa karena tidak dihubungi sebelum berita diterbitkan.
“Walaupun saya tidak dihubungi, saya sampaikan hak jawab saya. Saya kecewa dengan pemberitaan ini karena tidak dihubungi. Jika tidak berada di kantor, bisa ditelpon karena HP saya tidak pernah mati kecuali lost signal, atau bisa menemui bidang budidaya,” tegasnya. (dalam Tulisan Wa)
Kadis Perikanan Buol menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipatif menghadapi keterbatasan anggaran pakan dengan mendatangkan bibit Azolla — tumbuhan air bernutrisi tinggi yang kini mulai banyak digunakan sebagai pakan ikan dan ternak.
Dr. Tonang memaparkan bahwa Azolla memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
1. Kaya Nutrisi: Mengandung protein 20–35%, asam amino esensial, vitamin A, B12, beta karoten, dan mineral penting untuk pertumbuhan ikan.
2. Mengurangi Biaya Pakan: Dapat menekan biaya hingga 50% dibandingkan pakan komersial.
3. Pertumbuhan Cepat: Dapat dipanen dalam waktu 5–7 hari.
4. Mudah Dibudidayakan: Bisa tumbuh di kolam dangkal dengan pupuk organik.
5. Meningkatkan Kesehatan Ikan: Membantu pertumbuhan optimal, kesehatan pencernaan, dan daya tahan ikan.
“Bibit azolla telah sampai di balai dan segera ditabur untuk dibudidayakan di BBI Kulango. Harapannya, azolla bisa memenuhi kebutuhan pakan ikan air tawar di balai ini. Ke depan, jika pembudidaya membutuhkan, mereka juga dapat memanfaatkan azolla dari BBI Kulango,” jelas Kadis Perikanan.
Ia juga menegaskan bahwa langkah pengadaan bibit Azolla dilakukan secara mandiri.
“Pembelian bibit azolla saya datangkan dengan dana pribadi saya,” tambahnya.
Kadis Perikanan mengakui bahwa anggaran pakan ikan untuk tahun 2025 memang belum tersedia, namun pihaknya berupaya mencari solusi agar kegiatan pembenihan di BBIAT Kulango tetap berjalan.
Dinas Perikanan berharap publik dapat memahami bahwa kondisi yang terjadi di BBIAT Kulango bukan semata-mata kelalaian, tetapi akibat belum tersedianya anggaran. Pihak dinas juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlangsungan pembenihan ikan air tawar di Kabupaten Buol.
Redaksi









