Buol Tabenews.com — Menyikapi kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan, Pemerintah Kelurahan Leok II Kecamatan Biau mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Bupati Buol beserta instansi terkait untuk segera melakukan penanganan terhadap kanal yang mengalami pendangkalan di wilayah RT 04, RT 02, dan RT 01.
Surat resmi bernomor 470/28.100/Pemkes itu ditandatangani oleh Lurah Leok II, Erwin A. H. S. Mangge, SH, pada Senin (10/11/2025). Dalam surat tersebut, Lurah menjelaskan bahwa pendangkalan kanal di wilayah Leok II semakin mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan banjir saat intensitas hujan meningkat.
Lurah Erwin Mangge menyampaikan bahwa aliran air kanal mengalami penyempitan akibat tertutupnya gulma/tumbuhan liar, serta sedimentasi yang menyebabkan dasar kanal menjadi dangkal. Kondisi ini dikhawatirkan memicu luapan air ke pemukiman warga di sekitarnya.
“Kami berharap adanya pengerukan dasar kanal serta pembersihan gulma agar aliran air kembali lancar dan banjir bisa dicegah,” tulis Lurah dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Buol dan tembusan Kepala BPBD, Kepala DLH, serta Kepala PUPR Kabupaten Buol.
Menanggapi laporan tersebut, Plt. Camat Biau, Kahar Lamaka, saat di konfirmasi media menyampaikan bahwa pihak kecamatan segera akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan peninjauan lapangan dan langkah cepat penanganan pendangkalan kanal.
“Kami sudah menerima informasi dari Lurah Leok II. Dalam waktu dekat, kami akan melihat langsung kondisi kanal dan berkoordinasi dengan BPBD serta PUPR untuk langkah teknis penanganan. Ini penting demi mencegah potensi banjir saat curah hujan tinggi,” ungkapnya.
Kahar Lamaka juga menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap mendukung langkah Kelurahan Leok II dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga.
Ia berharap kerja sama antar instansi dapat mempercepat penanganan kanal sebelum dampaknya dirasakan masyarakat.
Salah satu warga Kelurahan Leok II berharap agar surat permohonan dan respon cepat pemerintah kecamatan dapat segera ditindaklanjuti. Mengingat setiap tahun wilayah tersebut sering menjadi langganan genangan air ketika musim hujan tiba.
Dengan adanya perhatian dari pihak kelurahan, kecamatan, serta instansi teknis lainnya, masyarakat optimis upaya pengerukan kanal dapat dilakukan dalam waktu dekat demi meminimalisir risiko banjir.
Redaksi







