Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
tolitoli

Pemkab Tolitoli Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Keagamaan dan Pesantren

269
×

Pemkab Tolitoli Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Keagamaan dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tolitoli – Dalam suasana penuh khidmat dan syukur, ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kecamatan Baolan berkumpul di Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan, Tolitoli, Selasa malam (21/10/2025). Mereka bersholawat, berzikir, dan berdoa bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 — momentum tahunan yang bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan peran besar santri dalam perjalanan sejarah bangsa.

Dipimpin langsung oleh Kiai Mujib Purwanto, S.H.I., Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf sekaligus Ketua Panitia pelaksana, kegiatan tersebut menjadi simbol kebangkitan spiritual di tengah masyarakat Tolitoli. Dalam sambutannya, Kiai Mujib mengajak seluruh umat Islam untuk terus menggaungkan syiar Islam dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah arus modernisasi yang kian deras.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Drs. Makmur Arif, M.Pd.I, dalam pidatonya menegaskan kembali makna Hari Santri Nasional. “Peringatan ini adalah bentuk penghormatan terhadap semangat jihad para santri yang turut merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa Hari Santri pertama kali ditetapkan pada 22 Oktober 2015 oleh Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal, sebagai pengakuan resmi atas kontribusi santri dan pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa.

Pemerintah Kabupaten Tolitoli, melalui berbagai kebijakannya, berkomitmen mendukung penuh perkembangan pendidikan keagamaan dan pesantren. Dukungan tersebut diwujudkan tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui kolaborasi lintas lembaga dan peningkatan fasilitas pendidikan berbasis Islam. “Pemkab Tolitoli akan senantiasa menjadi mitra bagi pesantren dalam mencetak generasi berakhlak, cerdas, dan berdaya saing,” demikian pernyataan resmi dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, serta Statistik (DKIPS) Tolitoli.

Kegiatan yang berlangsung hingga malam itu menghadirkan suasana religius yang hangat. Ribuan jamaah larut dalam lantunan sholawat dan dzikir, sementara lampu-lampu taman kota menyala lembut, menciptakan pemandangan yang memadukan spiritualitas dan keindahan kota pesisir itu. “Inilah bukti nyata bahwa semangat santri tetap hidup di bumi Tolitoli,” kata salah seorang peserta dengan mata berkaca-kaca.

Dalam konteks sosial yang lebih luas, Tolitoli menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya menjadi fondasi moral, tetapi juga motor penggerak pembangunan manusia. Pesantren kini tak lagi dipandang sebatas lembaga tradisional, melainkan bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional yang berkontribusi pada lahirnya generasi berkarakter dan toleran.

Dengan visi “Tolitoli Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, pemerintah daerah menegaskan bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kokohnya nilai-nilai spiritual masyarakat. Melalui dukungan terhadap pesantren dan dunia pendidikan Islam, Tolitoli sedang menulis bab baru dalam perjalanan panjangnya — bab tentang keseimbangan antara iman, ilmu, dan kemajuan.

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600