Advertising
Advertising
Kayu lompa, TABENews. — Petani Kayu Lompa Basidondo Tolitoli, Sulawesi Tengah seriusi budi daya jagung untuk topang ekonomi rumah tangga.
Kepala dinas TPH Tolitoli Rustan Rewa, usai menemui petani di desa itu mengatakan, saat ini sekitar 60 ha lahan tertanami jagung.
“Saya merasa senang, setelah diberi ransangan bagaimana menanam jagung dan prosfeknya, petani di desa benar-benar melakukan nya, ” ujar Rustan.
Rustan mengaku, program jagungnisasi yang digalakkan Deptan mendapat suport dari Bupati dan Pemda Tolitoli untuk mengentaskan kemiskinan.
Terlebih kata Kadis di kala pandemi ini, ekomomi kita terkendala sehingga memanfaatkan lahan bawa tegakan untuk tanaman jagung sangat menjanjikan.
Menurut kepala BPP Kayulompa, Made Pancasila, rata-rata tanaman jagung di bawa tegakan bisa menghasilkan 4 sampai 5 ton per hektar.
Jika diasumsikan harga jagung bisa naik sampai Rp 5000, berarti petani kita di sini bisa mendapatkan Rp 20 juta dalam setiap hektar.
Made mengaku, tanaman jagung di desa itu sudah semakin masif. Bahkan petani sudah menerapkan panen tanam. Habis panen tanam lagi, imbuhnya.
















