Buol, TabeNews.com — Polemik sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang viral di tengah masyarakat Kabupaten Buol terus menuai sorotan. Kali ini, Satriano, salah satu tim pemenangan pasangan Bonar pada Pilkada Buol, angkat bicara terkait dugaan kurangnya transparansi dari beberapa dinas atas sejumlah kegiatan yang menjadi perbincangan publik, mulai dari pengadaan lampu, sewa mobil dinas, hingga pembayaran hak aparatur seperti THR, TPP, dan honor perangkat desa.
Menurut Satriano, berbagai isu yang berkembang di masyarakat seharusnya dijelaskan secara terbuka oleh pihak dinas terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kecurigaan publik.
Ia menilai sikap diam dari sebagian pejabat justru memperkeruh situasi dan menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah daerah.
“Beberapa kegiatan yang viral di masyarakat seperti pengadaan lampu, sewa mobil, sampai soal hak ASN dan perangkat desa seperti THR, TPP, dan honor aparat desa, seharusnya dijelaskan secara transparan oleh dinas terkait. Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya karena tidak ada penjelasan resmi,” ujar Satriano, Minggu (15/3/2026).
Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya, terutama menyangkut penggunaan anggaran dan pemenuhan hak pegawai maupun aparat desa yang hingga kini masih menjadi keluhan di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, mantan tim sukses pemenangan Bonar lainnya, Lut Paker, juga menyampaikan keluhan terbuka terkait dinamika pemerintahan yang saat ini berkembang di Kabupaten Buol. Ia menilai banyak pihak yang seharusnya ikut bertanggung jawab namun memilih diam di tengah berbagai polemik yang terjadi di masyarakat.
Dalam pernyataannya kepada media, Lut Paker mengatakan bahwa dirinya mungkin sudah tidak lagi berada dalam posisi penting dalam dinamika politik di Buol, namun ia merasa memiliki tanggung jawab moral karena pernah menjadi bagian dari tim pemenangan pada Pilkada.
“Assalamualaikum, tabe semua. Saya mungkin hari ini adalah orang yang tidak begitu penting lagi dalam semua dinamika di Buol, tapi saya hanya mau katakan satu hal, saya adalah salah seorang yang ikut bertanggung jawab terhadap pemenangan Pilkada di Buol,” ujarnya saat dihubungi media, Minggu (15/3/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak dijalankan oleh Bupati seorang diri, melainkan bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para kepala dinas, serta DPRD yang menurutnya juga ikut menikmati hasil dari kemenangan politik tersebut.
Menurut Lut Paker, semua unsur pemerintahan seharusnya tidak bersikap pasif ketika muncul persoalan yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia meminta agar para pejabat berani berbicara secara terbuka dan transparan kepada publik.
“Saya mau katakan satu hal, bahwa Bupati Buol sekarang tidak bekerja sendiri. Ada Wakil Bupati, ada Sekda, ada sejumlah kepala dinas, ada DPR. Semua ini adalah penerima manfaat secara langsung. Maka saya minta jangan semua diam, hanya mau ambil posisi aman. Bicara dong, buka di publik secara transparan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jajaran elit tim pemenangan saat ini sudah tidak lagi memiliki kewenangan dalam urusan pemerintahan, sehingga berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pejabat yang sedang menjabat.
“Kami jajaran elit pemenangan tidak lagi punya domain dalam semua hal yang bikin ribut di masyarakat. Itu wilayah bapak-bapak semua yang sekarang memegang jabatan,” tambahnya.
Pernyataan dari Satriano dan Lut Paker tersebut menjadi sorotan karena mencerminkan adanya kegelisahan dari sebagian pihak yang sebelumnya berada di lingkaran pemenangan Pilkada, sekaligus menjadi dorongan agar pemerintah daerah lebih terbuka dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat Buol.
Redaksi










