Buol, TabeNews.com — Potret kehidupan penuh keprihatinan masih dialami oleh sebagian warga di Desa Mokupo, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol.
Di tengah geliat pembangunan daerah, masih ada sudara-saudara kita yang harus bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas, tinggal di rumah yang jauh dari kata layak huni, Minggu (11/1/2026).
Di desa tersebut, satu keluarga tampak menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Rumah yang mereka tempati berdinding seadanya, atap yang sudah rapuh, serta lantai lantai papan yang menjadi saksi perjuangan mereka menghadapi hari demi hari. Keterbatasan ekonomi membuat mereka harus menerima keadaan apa adanya.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun bukan perkara mudah. Mereka kerap menahan lapar dan mengandalkan apa yang tersedia di kebun sekitar. Kondisi ini berlangsung cukup lama tanpa adanya perhatian serius dari pihak terkait.
Dua warga, yaitu Om Sudiro Rahman umur (50) sedangkan Sayuti Rahman umur (48), menuturkan dengan nada lirih tentang keseharian yang ia jalani bersama keluarganya.
“Kadang makan, kadang tidak. Kadang kalau sudah tidak tahan lapar, minum air kelapa muda di kebun dan makan kelapa muda. Mau makan satu kali satu hari sangat susah sekali,” ungkap Om Sudiro.
Kisah ini menjadi cermin nyata bahwa kemiskinan ekstrem masih ada dan membutuhkan perhatian bersama. Kehidupan yang dijalani Om Sudiro dan keluarganya mencerminkan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan, meski dalam kondisi yang sangat terbatas.
Warga sekitar berharap adanya uluran tangan dari pemerintah daerah, dinas sosial, maupun pihak dermawan untuk membantu meringankan beban hidup keluarga tersebut.
Bantuan berupa kebutuhan pokok, perbaikan rumah, hingga program pemberdayaan ekonomi dinilai sangat dibutuhkan agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih layak.
Potret kehidupan di Desa Mokupo ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa masih ada saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan kepedulian nyata, agar pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa.
Redaksi









