Gorontalo, Tabenews.Com, 13 April 2025 – Polemik penghapusan perwakilan Gorontalo di jajaran direksi Bank SulutGo (BSG) memantik respons keras dari berbagai kalangan, termasuk dari tokoh pemuda Kota Gorontalo, Agung R. Datau.
Ia menilai bahwa sikap kepala daerah di Provinsi Gorontalo terkesan plin-plan dalam menyikapi masalah ini.
“Ini bukan soal kursi, ini soal harga diri dan eksistensi Gorontalo sebagai bagian dari pemegang saham BSG. Ketika perwakilan kita dihilangkan dari jajaran direksi, itu adalah bentuk penghinaan terhadap seluruh entitas daerah,” tegas Agung, yang juga dikenal sebagai mantan Presiden BEM IAIN Sultan Amai Gorontalo tahun 2019.
Agung menyoroti ketidaktegasan sikap kepala daerah dalam menyikapi tindakan BSG. Meski beberapa langkah sudah diambil—seperti penundaan penyertaan modal oleh Pemprov Gorontalo, pernyataan Wali Kota Gorontalo untuk menarik diri dari BSG, dan langkah Boalemo yang menggandeng BRI—semua itu dinilai belum cukup bila tidak dibarengi dengan komitmen yang jelas.
“Kalau sudah menyatakan sikap, ya harus konsisten. Jangan di depan publik keras, tapi di belakang malah melempem. Pemimpin itu harus punya prinsip, bukan sekadar ikut arus,” tambahnya.
Menurut Agung, BSG sebagai institusi besar pasti akan mencoba melakukan pendekatan kembali kepada Gorontalo. Namun di sinilah, katanya, akan terlihat siapa kepala daerah yang benar-benar punya keberanian menjaga kehormatan daerah.
“BSG bisa dicari gantinya. Tapi Gorontalo tidak. Karena Gorontalo adalah amanah yang harus diperjuangkan, bukan ditukar dengan kursi atau kepentingan sempit,” tutupnya.
Polemik ini menjadi momentum bagi seluruh elemen kepemimpinan daerah untuk menunjukkan komitmen dan keberpihakan mereka kepada rakyat. Agung berharap suara pemuda dan masyarakat tidak hanya dijadikan bahan dengar pendapat, tapi benar-benar direspons dengan kebijakan nyata.









