Tolitoli, TABEnews.com – Turnamen antarkampung (Tarkam) Piala Raja Tolitoli 2024 resmi dimulai dengan laga pembuka yang mempertemukan tim unggulan Panasakan melawan Diule di Stadion Dinopi, Sabtu (7/12). Kejuaraan yang pertama kali digelar ini dirancang untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Daerah (HUT) Kabupaten Tolitoli, dan langsung menghadirkan pertandingan seru.
Pansanakan, yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman dari Liga 1, tampil dominan sejak peluit awal berbunyi. Dengan strategi serangan cepat yang terorganisir, Pansanakan berhasil mencetak lima gol ke gawang Diule, hanya kebobolan satu gol. Hasil akhir 5-1 ini menegaskan status Pansanakan sebagai tim unggulan yang diandalkan untuk membawa pulang trofi.
Kehadiran Pemain Liga 1 Beri Dampak Besar
Inisiator turnamen, Lurah Nalu, Askar, menjelaskan bahwa aturan turnamen memperbolehkan setiap tim melakukan transfer maksimal tiga pemain dari luar daerah, termasuk pemain profesional. Aturan ini dimanfaatkan Pansanakan dengan mendatangkan pemain berpengalaman dari Liga 1 yang langsung menunjukkan kualitasnya di lapangan.
“Kehadiran pemain-pemain dari Liga 1 ini memberikan warna baru pada Tarkam. Selain meningkatkan kualitas permainan, mereka juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat,” ujar Askar saat ditemui usai pertandingan.
Antusiasme Penonton
Pertandingan pembuka ini berhasil menyedot perhatian ribuan penonton yang memadati Stadion Dinopi. Riuh sorak sorai penonton terdengar sepanjang pertandingan, menambah semarak suasana. Laga ini menjadi bukti bahwa Tarkam tidak hanya menjadi ajang adu skill antar pemain, tetapi juga hiburan bagi warga Tolitoli.
“Ini pertandingan yang luar biasa. Walaupun Diule kalah telak, mereka sudah berjuang keras. Saya bangga melihat semangat mereka,” kata salah satu penonton, Fadli, warga Tolitoli.
Harapan untuk Turnamen ke Depan
Piala Raja Tolitoli menjadi terobosan baru dalam merayakan HUT Kabupaten. Selain menjadi ajang olahraga, turnamen ini juga diharapkan mampu mempererat persatuan antar kampung di wilayah Tolitoli.
“Kami berharap Piala Raja Tolitoli menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Dengan sistem transfer pemain seperti ini, turnamen akan semakin kompetitif dan menarik,” tutup Askar.
Kemenangan besar Pansanakan di laga perdana ini tentu menjadi peringatan bagi tim-tim lain yang akan bertanding. Dengan dominasi yang ditunjukkan, Pansanakan kini menjadi favorit untuk melangkah jauh di turnamen ini. Laga-laga berikutnya diprediksi akan semakin seru dan penuh kejutan.









