buol

Normalisasi Sungai Picu Masalah Baru, Sawah Petani Blok A Desa Winangun Terancam Kekeringan

123
×

Normalisasi Sungai Picu Masalah Baru, Sawah Petani Blok A Desa Winangun Terancam Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com — Upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan banjir justru memunculkan persoalan baru bagi petani. Hasil investigasi media di Desa Winangun, Kecamatan Bukal yang dikenal masyarakat setempat sebagai wilayah Modo 4 mengungkap bahwa proyek normalisasi sungai kecil/saluran primer di Blok A berdampak serius terhadap sistem pengairan sawah warga.

Berdasarkan temuan di lapangan, pada Senin 15 Desember 2025, wilayah Blok A kerap dilanda banjir saat curah hujan tinggi. Debit air yang meningkat tidak mampu tertampung oleh saluran kecil yang ada, sehingga air meluap dan menggenangi areal persawahan milik petani. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah melakukan normalisasi saluran sebagai langkah penanganan banjir.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Namun, pelaksanaan normalisasi tersebut menyisakan persoalan krusial. Pendalaman dasar saluran yang dilakukan tanpa perencanaan irigasi lanjutan menyebabkan permukaan air di saluran menjadi lebih rendah dari permukaan sawah. Akibatnya, air tidak lagi dapat mengalir ke lahan pertanian, membuat sawah di Blok A kesulitan mendapatkan pasokan air, bahkan terancam kekeringan.

Sejumlah petani mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menilai kebijakan normalisasi dilakukan secara parsial dan tidak mempertimbangkan kebutuhan irigasi pertanian. “Banjir memang berkurang, tapi sekarang sawah kami tidak terairi. Ini sama saja memindahkan masalah,” ujar salah seorang petani yang ditemui di lokasi.

Dari hasil investigasi dan masukan petani, solusi paling realistis dan mendesak adalah pembangunan pintu irigasi sederhana pada saluran primer Blok A. Pintu irigasi tersebut berfungsi menaikkan muka air di saluran sehingga aliran air dapat kembali masuk ke sawah petani tanpa mengganggu fungsi pengendalian banjir.

Para petani berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap dampak lanjutan proyek ini dan segera melakukan evaluasi teknis. Mereka menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya menyelesaikan masalah secara menyeluruh, bukan justru melahirkan persoalan baru yang mengancam keberlangsungan pertanian dan mata pencaharian warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai tindak lanjut atas keluhan petani Blok A Desa Winangun. Media ini akan terus memantau perkembangan dan mendorong adanya solusi konkret demi kepentingan masyarakat.

Peliputan : Martinus Palebangan

Example 468x60
Example 120x600