Buol TabeNews.com – Sirkuit Panggona, Kota Palu, menjadi saksi lahirnya talenta muda berbakat asal Kabupaten Buol dalam ajang bergengsi BERANI Road Race 2025 yang digelar pada 29–31 Desember 2025.
Kejuaraan yang dipromotori Gemini Racing Team tersebut menjadi panggung pembuktian bagi rider muda Alfriansyah, yang tampil impresif dan sukses mencuri perhatian publik pecinta otomotif Sulawesi Tengah.
Meski masih berstatus sebagai pelajar kelas X SMA Negeri 2 Biau, Kabupaten Buol, Alfriansyah menunjukkan mental bertanding yang luar biasa. Sejak bendera start dikibarkan,
ia langsung bersaing di barisan depan, menampilkan teknik cornering yang tajam, kontrol motor yang matang, serta keberanian saat melibas lintasan lurus Sirkuit Panggona.
Penampilannya yang konsisten membuat namanya menjadi magnet tersendiri di tengah ketatnya persaingan para pembalap dari berbagai daerah.
Keberhasilan Alfriansyah bersaing dengan rider-rider berpengalaman menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Buol memiliki potensi besar dalam dunia balap motor.
Namun ironisnya, di tengah prestasi yang terus menanjak tersebut, nasib cabor balap motor Buol menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 justru berada dalam kondisi tidak menentu.
Porprov Sulawesi Tengah dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Morowali.
Hingga awal tahun 2026, belum ada kepastian apakah Kabupaten Buol akan mengikutsertakan cabang olahraga balap motor dalam ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Ketidakjelasan ini memunculkan kekhawatiran besar, khususnya bagi Alfriansyah, yang dalam dua tahun terakhir tampil konsisten dan mencuri perhatian di berbagai event balap regional.
Jika Kabupaten Buol memutuskan tidak mengirimkan atlet pada cabor balap motor, Alfriansyah terancam kehilangan kesempatan tampil membela daerahnya sendiri di Porprov 2026. Lebih jauh, kondisi ini berpotensi membuat Buol kehilangan aset atlet berprestasi yang selama ini dibina dengan perjuangan dan pengorbanan besar.
Ironisnya, di tengah ketidakpastian tersebut, setidaknya empat kabupaten lain dikabarkan siap merekrut Alfriansyah untuk memperkuat tim balap motor mereka pada Porprov Morowali.
Ketertarikan itu dinilai wajar, mengingat Alfriansyah memiliki potensi besar, jam terbang yang terus meningkat, serta mental bertanding yang matang meski masih berusia muda.
Sejumlah pengamat olahraga otomotif di Sulawesi Tengah menilai Alfriansyah sangat layak ambil bagian di Porprov 2026, khususnya pada cabor balap motor.
Prestasi yang telah ditorehkan dalam berbagai kejuaraan, termasuk road race tingkat provinsi, menjadi indikator kuat bahwa pembalap muda asal Buol tersebut mampu bersaing di level Porprov.
“Kalau Buol tidak mengirimkan cabor balap motor, maka itu kerugian besar. Bukan hanya bagi atlet, tetapi juga bagi daerah. Alfriansyah sudah siap secara teknis dan mental,” ujar salah satu pemerhati otomotif daerah.
Kondisi ini sekaligus menjadi ujian bagi keseriusan pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Buol, baik KONI maupun instansi terkait, dalam melakukan pembinaan dan perlindungan terhadap atlet berprestasi.
Kehilangan atlet potensial akibat minimnya dukungan dan kejelasan program dinilai dapat mencederai semangat pembinaan olahraga daerah secara keseluruhan.
Masyarakat serta pecinta balap motor di Buol berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dan strategis, memastikan cabor balap motor tetap diikutsertakan dalam Porprov November 2026, sehingga Alfriansyah dan pembalap muda Buol lainnya dapat bertanding membawa nama daerahnya sendiri, bukan justru membela kabupaten lain.
Di sisi lain, kepastian teknis terkait cabor balap motor di Porprov Sulawesi Tengah 2026 sejatinya masih menunggu pembahasan di tingkat provinsi.
Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tengah dijadwalkan akan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) pada akhir Januari 2026 di Kota Palu.
Rakerprov tersebut akan secara khusus membahas regulasi, nomor yang dipertandingkan, serta mekanisme keikutsertaan cabang olahraga balap motor pada Porprov Morowali 2026.
Hasil Rakerprov IMI ini nantinya akan menjadi acuan resmi bagi seluruh Pengcab IMI kabupaten/kota, termasuk IMI Kabupaten Buol, dalam mempersiapkan atlet dan memastikan partisipasi daerah masing-masing.
Namun, lambannya sikap dan kesiapan daerah dalam merespons agenda tersebut dikhawatirkan justru membuat Kabupaten Buol tertinggal, bahkan berpotensi kehilangan atlet andalan jika tidak segera mengambil langkah strategis pasca penetapan regulasi Porprov oleh Pengprov IMI.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua IMI Kabupaten Buol, Dadang SH., MH., belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian keikutsertaan cabor balap motor Buol pada Porprov Sulawesi Tengah 2026 di Morowali.
Porprov Morowali 2026 seharusnya menjadi momentum kebangkitan olahraga Buol, bukan justru menjadi panggung hilangnya aset atlet potensial akibat ketidakpastian kebijakan.
Redaksi





