TOLITOLI – Hamparan sawah di Desa Dungingis, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli, berubah menjadi lautan kuning keemasan. Selasa (3/3/2026), para petani resmi memulai panen padi awal Maret dengan pemandangan berbeda: mesin combine harvester turun langsung ke sawah.
Sejak pagi hari, mesin pemanen modern itu terlihat beroperasi memotong sekaligus merontokkan padi secara otomatis. Suara mesin berpadu dengan semangat para petani yang menyambut musim panen dengan penuh harapan.
Desa Dungingis yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Kecamatan Dakopemean menjadi titik awal geliat panen tahun ini. Penggunaan combine harvester dinilai sangat membantu mempercepat proses panen, sekaligus menekan biaya tenaga kerja.
“Kalau pakai mesin, lebih cepat dan gabah tidak banyak terbuang,” ujar salah seorang petani di lokasi panen.
Selain efisiensi waktu, penggunaan alat modern juga meminimalisir kehilangan hasil akibat rontok saat panen manual. Dalam hitungan jam, hamparan sawah yang luas dapat diselesaikan dengan lebih efektif.
Petani pun bersyukur karena kondisi cuaca selama masa panen cukup bersahabat. Mereka berharap produksi tahun ini meningkat dibanding musim sebelumnya, serta harga gabah tetap stabil sehingga dapat mendongkrak pendapatan.
Panen raya awal Maret ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Dakopemean dan wilayah Kabupaten Tolitoli secara umum.
pewarta: fajrin jo









