buoldaerahKesehatannasionalpalupemerintahanSulteng

Meninggalnya Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Buol Menuai Misteri Bagi Pihak Keluarga

2220
×

Meninggalnya Calon Jamaah Haji Asal Kabupaten Buol Menuai Misteri Bagi Pihak Keluarga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TABEnews.com – Kabar duka meninggalnya atas nama Rosnawati Hairudin Andi Upa Binti Hairudin asal kabupaten buol masih menuai misteri oleh pihak keluarga.

Seperti kabar duka yang diterima keluarga pada hari senin tanggal 26 juni 2023 pukul 08.15 waktu setempat masih menjadi tanda tanya sebab berdasarkan hasil komunikasi keluarga calon jamaah haji suami dari ibu Rosnawati dengan ketua tim belum memuaskan sebab kematian ibu Rosnawati tidak ada satu pun bukti yang menjadi dasar.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Seperti yang di sampaikan berita sebelunya tanggal 26 juni 2023 bahwa calon jamaah haji ibu Rosnawati Hairudin Andi Upa Binti Hairudin asal kabupaten buol yang mana Pemilik paspor E1854344 tersebut tergabung dalam kelompok terbang kloter BPN-11 asal kabupaten Buol Rosnawati Hairudin Andi Upa Binti Hairudin meninggal pada senin 26 juni 2023 sekitar pukul 08.15 waktu Saudi, setelah dirawat di RSAS selama 7 hari dan RS Saudi German selama dua hari.

Informasi meninggalnya Rosnawati disampaikan Ketua kloter BPN 11, Nurkhairi kepada Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Balikpapan.

Dari Arab Saudi, Ketua Kloter BPN-11 Nurkhairi menyampaikan, pada sabtu 17 juni 2023 pukul 07.35 waktu setempat jamaah Rosnawati mengeluh demam, batuk darah dan sesah nafas.

Setelah mendapat perawatan oleh dokter kloter dan paramedic, jamaah dirujuk ke klinik EMT sector 9, setelah dilakukan pemeriksaan dan tindakan pertolongan pertama oleh medis klinik EMT, selanjutnya pukul 09.11 waktu setempat, pasien dirujuk ke RSAS King Abdul Aziz dengan diagnose, menderita heavy hipoksia + haemopte.

“Pasien tiba di RS King Abdul Aziz sekitar pukul 09.27 waktu setempat diterima di intalasi Gawat Darurat (UGD) dan dilakukan tindakan medis lanjut oleh dokter dan paramedic RS King Abdul Aziz” informasi terakhir jamaah dirawat di ruang ICU”. Tulis Nurkhairi di whatsapp grup, minggu (18/6/2023).

Kata Nurkhairi, riwayat penyakit jamaah sebelunya adalah Atrial fibrillate and flutter, Chronic ischemic heart diases, Hypertiroid dan Dyspepsia.

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada suami dari ibu Rosnawati Hairudin Andi Upa Binti Hairudin asal kabupaten buol, Asdar mengatakan bahwa saya belum meyakinkan istri saya meninggal sebab ada kejangalan tentang istri saya meninggal dan kami yakin istri saya masih hidup, dan berdasarkan apa yang disampaikan ketua tim calon jaamah haji asal kabupaten buol tidak ada bukti yang mendasar.

“istri saya meninggal tapi tidak ada bukti atau foto dokumentasi rujukan dari Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) ke Rumah Sakit Saudi German, kami minta pihak terkait dalam hal ini pemda buol harus bertanggung jawab” ucap Asdar saat diwawancara media tabenews.com minggu (16/7/2023) di kediamannya.

Kami keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari informasi soal meninggalnya istri saat tapi saat ini ketua tim dan dokter pendamping tak memberikan jawaban yang bias diterimah keluarga. kesal Asdar

Saya meminta Pemda Buol harus bertanggung jawab soal informasi meninggalnya istri saya sebab tidak ada bukti foto dokumentasi istri saya mulai dari RSAS, RS Saudi German bahkan sampai di pemakaman, kami punya bukti hasil percakapan soal istri saya di pindahkan tapi saat di kros cek sesuai penyataan hal hasil istri saya tidak berada di RS Medical Center Makkah. Sebab tidak di jelaskan Medical Center yang jelas. Tegas Asdar

Seharusnya dengan meninggalnya ibu Rosnawati Hairudin Andi Upa Binti Hairudin yang informasinya menurut keluarga masih simpang siur Pemda harus memberikan pernyataan soal hal ini karena akan berpengaruh terhadap pelaksanaan haji 2024 nanti khususnya calon jamaah haji buol.

Redaksi : FHY

Example 468x60
Example 120x600