Buol, Tabenews.com — Kondisi Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Momunu Satap di Kecamatan Momunu semakin memprihatinkan. Hasil investigasi redaksi di lokasi mengungkap bahwa bangunan sekolah, khususnya ruang guru, mengalami kerusakan parah pada bagian plafon hingga ambruk. Meski situasi ini jelas mengancam keselamatan guru dan siswa, pihak dinas terkait belum menunjukkan tindakan nyata.
Dalam dokumentasi lapangan, terlihat beberapa warga atau pihak sekolah berusaha menurunkan sisa plafon yang sudah rapuh. Lubang besar di bagian atap memperlihatkan struktur kayu yang lapuk, sementara serpihan material plafon berserakan di lantai.
Kondisi tersebut menandakan bahwa kerusakan tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan sudah berlangsung lama tanpa adanya perbaikan.
Di ruangan itu juga tampak berbagai dokumen sekolah, tumpukan administrasi, dan perlengkapan kerja guru yang berada sangat dekat dengan area plafon yang runtuh. Aktivitas guru jelas terganggu, dan risiko jatuhnya material tambahan dapat terjadi kapan saja.
Selain itu, ruang guru yang seharusnya menjadi pusat kegiatan administrasi dan koordinasi justru berubah menjadi ruang berbahaya. Para guru tampak berhati-hati saat berada di ruangan tersebut, sementara beberapa di antaranya mencoba melakukan penanganan darurat seadanya.
Warga setempat dan pihak sekolah menyampaikan bahwa laporan kerusakan sebenarnya sudah pernah disampaikan. Namun hingga kini belum ada upaya konkret dari dinas pendidikan Kabupaten Buol. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pihak terkait seakan-akan tutup mata terhadap masalah keselamatan di sekolah terpencil.
Sebagai sekolah satu atap (satap), SMP 5 Momunu memiliki peran penting dalam memberikan layanan pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah tersebut. Kerusakan berat seperti ini tentu berpengaruh langsung pada kenyamanan dan kualitas pembelajaran.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap kondisi fasilitas pendidikan ini. Keselamatan guru dan siswa tidak boleh dinomorduakan, apalagi ketika kerusakan sudah jelas terlihat dan berpotensi semakin parah jika tidak segera diperbaiki.
Hingga berita ini diterbitkan, dinas pendidikan belum memberikan pernyataan resmi terkait kerusakan di SMP 5 Momunu Satap.
Redaksi










