Lampasio — Upaya menekan maraknya penyalahgunaan narkoba terus dilakukan jajaran Polres Tolitoli. Selama dua hari berturut-turut, Rabu dan Kamis (26–27 November 2025), Kasat Narkoba Polres Tolitoli IPTU Herman Yoseph SH MH turun langsung ke dua lokasi berbeda di Kecamatan Lampasio untuk memberikan sosialisasi pencegahan dan bahaya narkoba.
Sosialisasi ini merupakan langkah terencana dan sistematis untuk menyebarkan informasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk narkoba. Tujuannya jelas: menjaga masyarakat, terutama generasi muda, dari jerat barang haram yang kian mudah diakses seiring perkembangan teknologi.
Hari Pertama: Penyuluhan di Desa Janja
Pada Rabu (26/11), IPTU Herman Yoseph hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Janja. Kegiatan tersebut dihadiri aparatur pemerintah desa, para remaja, serta tokoh masyarakat.
Dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, IPTU Herman menjelaskan dampak buruk narkoba dari berbagai aspek—kesehatan fisik, mental, sosial hingga ekonomi. Masyarakat Desa Janja tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan secara detail dan terbuka.
Hari Kedua: Edukasi Bahaya Narkoba di SMA 1 Lampasio
Keesokan harinya, Kamis (27/11), Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tolitoli, Fachri Fahreza Abas, meminta Kasat Narkoba kembali hadir sebagai narasumber. Kali ini sosialisasi ditujukan bagi para siswa-siswi SMA Negeri 1 Lampasio.
GP Ansor menilai peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan dan telah merambah hingga pedesaan, termasuk daerah yang memiliki akses internet tinggi. Demi membentengi generasi muda, IPTU Herman memberikan pemahaman mengenai modus peredaran, tanda-tanda penyalahgunaan, dan cara menghindari pengaruh narkoba dalam kehidupan sehari-hari.
Ada Indikasi Peredaran di Lokasi Tambang
Dalam keterangannya kepada media, IPTU Herman Yoseph memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Janja serta PC GP Ansor Tolitoli yang proaktif mengundang Satresnarkoba untuk memberikan edukasi di Lampasio.
Ia mengungkapkan bahwa jauh sebelumnya, tim opsnal Satresnarkoba telah menerima laporan terkait indikasi peredaran narkoba di kawasan tambang emas ilegal di wilayah Lampasio.
“Informasi awal sudah masuk dan saat ini masih dalam penyelidikan. Ke depan, pelaku pasti akan kami bekuk. Jalur Malaysia–Nunukan saja bisa kami ungkap, apalagi peredaran di lokasi tambang emas ilegal. Sudah tambangnya ilegal, barang yang diperdagangkan juga ilegal,” tegas IPTU Herman.
Ajak Semua Pihak Bersama Menjaga Generasi Muda
IPTU Herman Yoseph menegaskan bahwa menjaga Tolitoli dari ancaman narkoba bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita jaga kabupaten Tolitoli tercinta dan kita bentengi generasi muda kita. Ini tanggung jawab kita semua,” tutupnya.
Armen Djaru









