Kapolsek Tolitoli Utara Amankan Pelaku Pembunuhan di Lalulalang, Motif Masih Diselidiki
Oleh: Armen Djaru | Tolitoli, Sulawesi Tengah
Dalam suasana dini hari yang seharusnya tenang, warga Dusun Babandang, Desa Lalulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, justru dikejutkan oleh peristiwa berdarah. Seorang pria bernama Yasin Djafar, 55 tahun, ditemukan bersimbah darah di rumahnya pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 03.00 WITA. Polisi menyebut, korban diduga tewas setelah ditikam berulang kali oleh seorang pria muda yang dikenalinya.
Kapolsek Tolitoli Utara, IPTU Abdul Rahman Ali, dalam keterangannya di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa pelaku berinisial FIZ, 23 tahun, mendatangi rumah korban pada malam kejadian. “Pelaku datang sambil menggendong anaknya dan langsung menuju dapur rumah korban. Di sana, ia mengambil sebilah pisau,” ujar Abdul Rahman.
Menurut keterangan polisi, saat itu korban tengah berada di warung miliknya yang terletak di depan rumah, bersama seorang saksi. Mengetahui pelaku masuk ke dapur dan mengambil pisau, korban segera menghampiri dan berusaha meminta agar pisau tersebut dikembalikan. Namun, permintaan itu justru memicu pertengkaran sengit di antara keduanya.
“Pelaku menolak memberikan pisau itu. Terjadi adu mulut yang kemudian berujung tragis. Pelaku menikam korban di bagian perut, dada, dan punggung beberapa kali,” jelas Kapolsek. Luka yang diderita korban cukup parah hingga menyebabkan kematian di tempat sebelum sempat mendapat pertolongan medis.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Mokopido Tolitoli untuk dilakukan visum et repertum. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku dalam aksi tersebut. “Kami sudah perintahkan anggota untuk mengamankan pisau, memeriksa saksi-saksi, dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah IPTU Abdul Rahman.
Setelah menjalani proses identifikasi dan visum, keluarga korban berencana memulangkan jenazah ke Gorontalo untuk dimakamkan. Situasi di sekitar lokasi kejadian kini telah berangsur kondusif, meski warga masih tampak syok dengan insiden yang terjadi di tengah pemukiman kecil mereka itu.
Sumber warga yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa pelaku dikenal memiliki perilaku temperamental dan diduga sering mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. “Biasanya kalau dia lagi pakai sabu, emosinya tidak terkontrol,” ujar sumber tersebut. Dugaan ini kini menjadi salah satu arah penyelidikan polisi terkait kondisi psikologis dan motif pelaku.
Kapolsek menegaskan bahwa motif pasti pembunuhan masih didalami. Meski ada dugaan keterkaitan dengan penggunaan narkoba, penyidik belum menyimpulkan secara resmi penyebab pelaku tega menghabisi nyawa korban yang dikenal sebagai sosok ramah dan tenang di lingkungannya.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan di wilayah pesisir Sulawesi Tengah yang dipicu oleh emosi sesaat dan potensi penyalahgunaan narkotika. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak segan melaporkan aktivitas mencurigakan, termasuk penyalahgunaan obat terlarang.
Sementara itu, FIZ kini mendekam di ruang tahanan Polsek Tolitoli Utara. Ia akan menjalani pemeriksaan intensif sebelum berkas perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan. “Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan tuntas,” tegas Kapolsek Abdul Rahman Ali, menutup pernyataannya.
armen djaru








