Taripa – Tabenews – Lidu Lantiku (62) berprofesi sebagai Pedagang Nasi Campur dan Nasi kuning Didesa Taripa kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.
Selama 30 tahun lamanya ia telah memulai usaha kuliner di desa Taripa. Tepatnya di depan mata jalan nasional trans Sulawesi.
Didampingi suaminya Piter Badilo (67) yang perna bekerja sebagai tenaga honorer pada dinas pekerjaan umum Poso hampir 15 tahun lamanya. Diera kepalan dinas masih Pak Ento, ujar istrinya. Yang sering dipanggil Mama Wati. Setiap membeli Nasi kuning dipagi hari.
Usaha kuliner ini belum pernah tersentuh oleh pemerintah desa maupun dari kabupaten Poso. Ucap Mama Wati, ibu. Dari 3 anak ini. Yakni Dameria Badilo (40) diKota Gorontalo. Kristian Badilo (38) Didesa Kamba. Dan Elsa (24) kuliah diuniversitas Brawijaya Malang. Kini lagi mengitu Tugas belajar diJerman. Dengan Jurusan Administrasi Bisnis.
Nasi kuning dan Nasi Campur mama Wati, Didesa Taripa diporos jalan Nasional Trans Sulawesi tepatnya didepan Kantor desa Taripa. Rasanya Enak dan maknyus, citarasanya mengigit dilidah. Dan untuk semua pembeli, Mama Wati memberi jaminan nasional. Siapapun boleh mampir untuk mencicipi. Nasi kuning Didesa Taripa rasa nasional. Tutur nya menjawab Media ini, saat sarapan pagi. Dalam mobile reporting Investigasi Ruas jalan nasional Koridor Batas Parimo Poso hingga Taripa. Pada (17/05/2022) Selasa pagi. (Mardison)












