Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Uncategorized

Jadilah Penikmat, Bukan Sekadar Peminum Kopi

202
×

Jadilah Penikmat, Bukan Sekadar Peminum Kopi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

“Jadilah penikmat kopi, bukan sekadar peminum kopi. Setiap warkop menyuguhkan cita rasa berbeda, tergantung racikan tangan barista.”

Ungkapan ini terasa begitu pas ketika menyeruput secangkir kopi espresso di Warkop Kenangan, sebuah kedai kopi yang terletak di Jl. Hasanuddin Tuweley, Kota Tolitoli. Kedai ini bukan sekadar tempat nongkrong, tapi telah menjadi salah satu destinasi bagi para pencinta kopi sejati di kota tersebut.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Dengan tenaga barista sebanyak 5 orang, pramusaji 5 orang, dan kasir 3 orang, Warkop Kenangan mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan tentu saja—rasa kopi yang memuaskan. Menu kopi yang disuguhkan pun bervariasi, mulai dari espresso klasik hingga racikan kekinian, lengkap dengan cemilan khas yang menggoda lidah.

Salah satu baristanya, Fahri (21 tahun), mengungkapkan bahwa keahliannya dalam meracik kopi diperoleh secara otodidak.

“Saya belajar dari internet, mengenal berbagai jenis kopi dari berbagai belahan dunia, lalu mencoba meracik sendiri,” ujarnya dengan antusias.

Tak heran bila rasa kopi di Warkop Kenangan konsisten nikmat. Salah satu kuncinya, kata Fahri, terletak pada mesin espresso seharga Rp30 jutaan yang digunakan untuk menghasilkan ekstraksi kopi yang sempurna.


Profesionalisme Rasa di Balik Meja Bar

Menurut Royrizha, sang owner Warkop Kenangan, profesionalisme adalah nilai utama yang ia tanamkan kepada seluruh tim.

“Kami punya chef, bukan sekadar koki. Kami ingin menghadirkan pengalaman rasa, bukan cuma makanan dan minuman,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap penyajian kopi telah melalui takaran yang presisi, termasuk komposisi manis atau pahitnya yang disesuaikan dengan standar racikan barista.


Espresso di Sloki dan Cerita Seorang Redaktur

Salah satu pimpinan redaksi media online di Tolitoli mengaku bahwa dirinya awalnya hanya penikmat kopi biasa. Namun sejak mencoba espresso di Warkop Kenangan—yang disajikan dalam sloki kecil khas ala Italia—ia mulai memahami arti “menikmati kopi”.

“Rasa kopinya pas, tidak berlebihan. Pantas saja Pak Kapolres dan Ibu sering singgah di sini,” ujarnya.


Bukan Sekadar Nama, Tapi Identitas Rasa

Nama “Warkop Kenangan” memang mengingatkan pada jaringan kedai kopi populer di Jakarta. Namun menurut Suardi Yajib, warga Tolitoli yang sempat berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu, versi lokal ini justru punya daya tarik tersendiri.

“Kalau di Jakarta, Warkop Kenangan besar dan modern. Tapi di sini, suasananya lebih akrab, lebih personal,” ungkapnya.


Dengan atmosfer hangat, cita rasa otentik, dan pelayanan profesional, Warkop Kenangan di Tolitoli bukan hanya tempat minum kopi—tapi tempat menciptakan kenangan, satu cangkir demi satu cangkir.

—Armen Djaru

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600