buol

Investigasi: Tambak Udang Morombue Mati Suri Sepanjang 2025

161
×

Investigasi: Tambak Udang Morombue Mati Suri Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com — Berdasarkan hasil investigasi Media Rabu, 3 Desember 2025 di Dusun Morombue, Desa Bukaan, Kecamatan Lakea, mengungkap kondisi sangat memprihatinkan pada tambak udang vaname milik Pemerintah Kabupaten Buol. Sabtu (6/12/25)

Sepanjang tahun 2025, tambak yang seharusnya menjadi aset strategis penghasil PAD itu benar–benar tidak berproduksi. Tidak ada aktivitas budidaya, tidak ada penebaran benih, bahkan tidak ada persiapan kolam—yang terlihat justru kondisi tambak terbengkalai, rusak, dan tidak terurus.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Di lokasi, sejumlah kolam tampak ditumbuhi rumput, saluran air tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan atap bangunan yang sudah tidak ada, serta masih banyak yang perlu diperbaiki. Kondisi ini mempertegas bahwa tambak Morombue mati suri sepanjang 2025, dan hanya sesekali dipakai untuk kegiatan pelatihan tanpa tindak lanjut produksi nyata.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber lapangan menyebutkan penyebab utamanya adalah ketiadaan anggaran biaya pokok produksi, sehingga tidak ada satu pun tahapan budidaya yang dapat dijalankan selama tahun berjalan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buol, Dr. Tonang Mallongi, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadi, mengakui bahwa selama 2025 tidak tersedia anggaran biaya pokok produksi untuk tambak tersebut.

“Tahun 2025 untuk anggaran biaya pokok produksi sehingga ada produksi di sana belum ada,” ujarnya.

“Biaya produksi tahun 2025 tidak ada. Karena biaya pokok produksi tidak ada sehingga pemenuhan produksi untuk peningkatan PAD tidak ada.”

Dengan tidak adanya anggaran produksi, praktis tambak Morombue mustahil menghasilkan panen. Namun demikian, Dinas Perikanan tetap menjalankan kegiatan pelatihan budidaya udang vaname sebagai bentuk pengaktifan awal meski tanpa dukungan pembiayaan produksi.

“Kalau bicara produksi, kita harus punya biaya pokok produksi. Tapi bicara diaktifkan, mulai 2025 saya coba aktifkan kembali setelah sekian lama terbengkalai,” jelas Tonang.

“Makanya tahun ini dilakukan pelatihan budidaya udang vaname di sana sebagai langkah awal pembenahan.”

Tonang menegaskan bahwa tahun 2026 tambak Morombue akan direhabilitasi total dan dikembalikan pada fungsi produksi sebagaimana mestinya.

“Kalau tambak di Lakea tahun depan dipastikan akan direhabilitasi, dan saya pastikan sudah saya siapkan biaya pokok produksinya untuk meningkatkan PAD yang ditargetkan tahun depan 200 juta,” katanya.

Janji rehabilitasi ini menjadi perhatian publik mengingat tambak tersebut telah terlalu lama dibiarkan tidak produktif. Dinas Perikanan menilai tambak Morombue tetap memiliki potensi besar, asalkan penataan dan dukungan anggaran dilakukan secara serius.

Tonang juga menyarankan agar detail teknis kegiatan budidaya dikonfirmasi kepada Kepala Bidang Budidaya.

Aset Pemerintah Harusnya Produktif, Bukan Sekadar Lokasi Pelatihan, Tambak Morombue pada dasarnya merupakan aset daerah yang seharusnya memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Namun fakta di lapangan menunjukkan tambak itu hanya menjadi lokasi pelatihan tanpa hasil produksi, dan kondisi fisiknya semakin menurun.

Investigasi ini menegaskan bahwa:

1. Tambak tidak menghasilkan satu rupiah pun PAD selama 2025.

2. Tidak ada penebaran benih, tidak ada pakan, tidak ada kegiatan produksi.

3. Kolam dan fasilitas nyaris tidak terurus.

4. Pelatihan dilakukan, tetapi tidak diikuti dengan penguatan anggaran produksi.

Dengan rencana rehabilitasi dan pengaktifan penuh pada 2026, tambak Morombue diharapkan tidak lagi menjadi “proyek tidur”, melainkan kembali berfungsi sebagai sentra budidaya udang vaname yang benar-benar produktif.

Jika janji rehabilitasi dan penganggaran biaya produksi direalisasikan, target PAD Rp200 juta tahun depan dinilai bisa dicapai. Namun publik akan menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600