Tolitoli, TABEnews.com,– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, warga Kabupaten Tolitoli mengeluhkan melonjaknya harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer. Di sejumlah kios dan warung, harga tabung gas bersubsidi tersebut dilaporkan telah mencapai Rp80 ribu per tabung.
Kondisi yang lebih memprihatinkan bahkan terjadi di Kecamatan Dondo. Warga menyebut harga elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut sudah menembus Rp100 ribu per tabung, jauh di atas harga yang seharusnya.
Lonjakan harga ini membuat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, semakin resah. Pasalnya, elpiji merupakan kebutuhan utama untuk memasak, terlebih menjelang Lebaran ketika kebutuhan dapur meningkat untuk menyiapkan berbagai hidangan bagi keluarga.
Salah seorang warga mengaku sangat keberatan dengan harga yang terus melambung tersebut. Menurutnya, elpiji bersubsidi seharusnya dapat dijangkau masyarakat kecil, namun kenyataannya saat ini justru sulit didapat dengan harga wajar.
“Biasanya kami beli jauh lebih murah. Sekarang sampai Rp80 ribu bahkan ada yang Rp100 ribu. Sangat berat bagi kami,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan di lapangan. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga memainkan harga gas bersubsidi.
Masyarakat juga berharap pasokan elpiji 3 kilogram dapat kembali stabil sehingga harga di tingkat pengecer bisa kembali normal, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.
Pewarta: Fajrin









