Tolitoli,TABEnews.-
Gardu milik PLN di areal jembatan yang roboh di Jalan Hayun, mengganggu pembangunan kembali jembatan.
Pihak dinas PUPR Tolitoli meminta PLN dan sudah melayangkan surat agar gardu tersebut dipindahkan, Kata Kabid Bina Marga Syabudin, Senin (10/1).
Sejumlah pengendara becak dan Roda Empat berharap agar Tahun ini Dinas PU segera melakukan perbaikan jembatan rusak yang ada di jalan H Hayun Kelurahan Baru.
Pasalnya sejak pertengahan Tahun 2021 hingga kini jembatan tersebut belum juga dilakukan perbaikan bahkan ada kesan dibiarkan kondisinya seperti begitu.
Budi ( 37 ) sopir angkot kepada media ini mengatakan sebelum jembatan itu rusak dia sering mengantar penumpang kapal Ferry tujuan Kalimantan,dari Kelurahan Tambun menuju pelabuhan Veri yang berada di Tanjung Batu lewat di atas jembatan tersebut.
Dia menyebut jika melewati jembatan itu aksesnya lebih cepat sehingga penunpang lekas sampai, namun akibat rusaknya jembatan itu terpaksa dia harus menempuh jalur lain dan cukup memakan waktu untuk sampai di dermaga.
” Akses menuju jembatan itu dipasangi rambu dan hanya dapat di lewati pemotor mengingat bobot motor lebih ringan ketimbang mobil dan kita harus cari jalur lain untuk menuju dermaga Ferri,” ungkap Budi.
Budi berharap agar Tahun ini Dinas terkait yang menangani infrastruktur untuk kepentingan umum secepatnya dapat membangun kembali jembatan tersebut.pintanya. ” Kalau tidak bisa bangun baru paling tidak jembatan itu di perbaiki sementara,” ucapnya.
Ditempat terpisah Kepala Bidang ( Kabid) Bina Marga Tolitoli Sahabuddin ST atau sering disapa panggilan nama Bucek di Temui diruang kerjanya Selasa 11/01/22 mengatakan jika jembatan rusak itu tidak memungkinkan lagi untk di lakukan perbaikan darurat melainkan di bongkar total dan di bangun baru.
Dikatakan soal keberadaan jembatan itu telah masuk dalam program kerja Pu Tahun 2022.Kabid Bina Marga Tolitoli juga menyebutkan jika besaran dana yang di butuhkan untuk pembangunan jembatan itu sekitar Rp.800 juta.
“Umur jembatan itu sudah 20Tahun lebih dan memakai konstruksi rangka baja,namun seiring perjalanan waktu rangkanya mengalami keropos akibat kontaminasi air garam sehingga tidak bisa di perbaiki atau di akali,” jelasnya.
Dikatakan jembatan itu akan di buat baru dengan konstruksi dari beton yang di anggap lebih tahan lama meski terkena air garam. Di tambahkan saat ini kita telah menyurati PLN, pasalnya tepat di sisi jembatan berdiri kokoh tiang gardu dan jika mau melakukan pembangunan jembatan terlebih dulu di pindahkan gardu tersebut.
“Kami sudah menyurati PLN soal pemindahan tiang gardu dan tinggal menunggu respon pihak PLN,jika gardu itu sudah di pindahkan baru akan mulai di lakukan pembangunan jembatan,” jelasnya.
Kabid Bina Marga Tolitoli juga berharap kepada pengguna jalan agar sedikit bisa bersabar dan di pastikan Tahun 2022 akan di bangun kembali jembatan tersebut.( aco)








