Buol, Tabenews.com – Aksi demonstrasi yang rencananya akan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Buol di Kantor UPT Samsat batal digelar. Massa aksi memilih audiensi dengan pihak Samsat, Jumat (19/9/25), dilantai dua kantor samsat.
Sebelumnya, HMI Buol melayangkan pamflet empat tuntutan, termasuk mendesak pencopotan Kepala UPT Samsat Buol dan pemeriksaan dugaan pungli serta penginputan pajak kendaraan 2020–2024.
Tuntutan lainnya meminta Kejari Buol, Kejati Sulteng, dan PPATK memeriksa dugaan aliran dana mencurigakan ke rekening pribadi yang disebut terkait pejabat Samsat.
Dalam audiensi, Ketua HMI Cabang Buol Arman A. Hala menyampaikan bahwa perlu adanya perbaikan pelayanan Samsat buol.
“Kedepan, Samsat Buol harus lebih baik lagi dalam pelayanan,” ujarnya.
Kepala UPT Samsat Buol, Zulkipli, membantah tuduhan pungli tersebut karena kami dalam setiap tiga bulan dilakukan evaluasi oleh Samsat propinsi.
“Semua itu hanya dugaan, tidak ada yang terjadi seperti tuduhan aksi yang tertulis di pamflet” katanya saat diwawancarai.
Zulkipli menegaskan kritik dari mahasiswa akan diterima sebagai masukan. “Kritik sangat membangun, kami tetap terima sebagai pengingat agar pelayanan lebih baik,” tandasnya.
Redaksi : Tim









