Buol, TabeNews.com – Menyikapi laporan masyarakat terkait dugaan likuifaksi atau tanah bergerak di Desa Mangubi, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol, dua anggota DPRD turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya, pada Senin (23/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dapil III Buol–Tolitoli, Risna M. Saleh, yang didampingi Anggota DPRD Kabupaten Buol, Arsita, guna memastikan langsung dampak bencana yang merusak jalan tani, kebun warga, serta mengancam permukiman masyarakat.
Dari hasil peninjauan di lokasi, terlihat sejumlah titik mengalami retakan besar, pergeseran tanah, serta kerusakan pada jalan kantong produksi yang menjadi akses utama masyarakat menuju perkebunan.
Fenomena yang diduga likuefaksi tersebut juga menyebabkan tanah terbelah panjang dan sebagian lahan pertanian warga terancam rusak.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Risna M. Saleh, mengatakan bahwa kejadian yang terjadi di Desa Mangubi bukan sekadar kerusakan jalan, tetapi merupakan fenomena alam yang harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah.
“Ini bukan hanya soal jalan rusak, tapi ini soal fenomena yang terjadi dan sangat parah. Kita lihat sendiri tanah terbelah dan pergeserannya sangat panjang. Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menurunkan tim agar memastikan kejadian ini,” tegas Risna saat berada di lokasi.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Buol, Arsita, menyampaikan bahwa DPRD Buol tidak akan tinggal diam melihat kondisi yang dialami masyarakat Mangubi. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Buol agar penanganan bisa dilakukan secepatnya, terutama perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan mendesak warga.
“Kami di DPRD Buol akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar keluhan masyarakat bisa segera ditangani. Saat ini hasil pertanian warga sudah tertumpuk karena jalan rusak, sehingga perbaikan akses harus segera dilakukan,” ujarnya.
Kepala Desa Mangubi, Satriano, yang juga berada di lokasi peninjauan menyampaikan bahwa kondisi saat ini tidak hanya mengancam jalan dan kebun warga, tetapi juga mulai berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih.
Ia mengatakan pipa dari sumber mata air sering putus akibat pergeseran tanah, sehingga warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saat ini masyarakat sangat membutuhkan air bersih, karena pipa dari mata air sering putus akibat tanah bergerak. Kami berharap ada bantuan secepatnya, karena air sangat dibutuhkan untuk memasak, mandi, dan minum,” ujar Satriano.
Selain itu, Kepala Desa juga mengungkapkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya bencana yang lebih besar, mengingat saat ini masih dalam musim hujan dan kondisi cuaca belum stabil.
Pemerintah desa berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipasi, termasuk lokasi evakuasi jika sewaktu-waktu kondisi semakin memburuk.
“Kami juga berharap pemerintah bisa menyiapkan tempat evakuasi bagi warga, karena kita tidak tahu kalau hujan terus turun, takutnya terjadi musibah yang lebih besar. Saat ini cuaca tidak bagus dan tanah masih terus bergerak,” tambahnya.
Masyarakat Desa Mangubi berharap dengan turunnya anggota DPRD provinsi dan kabupaten ke lokasi, pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata, baik dengan menurunkan tim teknis untuk meneliti fenomena yang terjadi maupun mempercepat perbaikan jalan, penyediaan air bersih, serta kesiapan evakuasi guna menghindari dampak yang lebih besar terhadap warga.
Redaksi










