Buol TabeNews.com – Pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Mendaan, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa (DDS) tersebut diduga tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan, sehingga memicu keluhan dan kekecewaan warga.
Berdasarkan hasil penelusuran media di lapangan, kegiatan HUT Desa Mendaan dilaksanakan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kasiang.
Adapun jenis kegiatan yang digelar hanya berupa lomba olahraga, yakni pertandingan bola voli dan sepak bola antarwarga.
Namun, sejumlah peserta lomba mempertanyakan transparansi dan penggunaan anggaran kegiatan yang disebut-sebut mencapai Rp16 juta dari Dana Desa.
Pasalnya, hadiah yang diberikan kepada para pemenang dinilai sangat minim dan tidak mencerminkan besarnya anggaran tersebut.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hadiah lomba hanya berupa bola voli dan bola kaki untuk juara satu hingga juara empat. Nilai hadiah tersebut dinilai tidak rasional jika dibandingkan dengan total anggaran kegiatan.
“Kalau dilihat dari hadiahnya, ini tidak masuk akal. Bola voli dan bola kaki yang dibagikan itu nilainya bahkan tidak sampai Rp50 ribu per item. Sementara anggaran yang disampaikan ke masyarakat mencapai Rp16 juta,” ungkap sumber kepada media.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah warga peserta lomba. Mereka mengaku mengikuti kegiatan dengan tujuan memeriahkan HUT desa, namun merasa kecewa setelah mengetahui bentuk hadiah yang diberikan.
“Kami ikut lomba dengan penuh semangat karena ini acara desa. Tapi setelah melihat hadiahnya, kami heran ke mana anggaran yang besar itu digunakan. Kegiatannya sangat terbatas,” ujar salah seorang peserta.
Hasil investigasi media menunjukkan bahwa selain lomba voli dan sepak bola, tidak ditemukan kegiatan tambahan lain yang berskala besar selama peringatan HUT Desa Mendaan berlangsung.
Hal inilah yang kemudian memunculkan dugaan ketidaksesuaian antara perencanaan anggaran dan realisasi kegiatan di lapangan.
Masyarakat pun berharap agar pengelolaan Dana Desa, khususnya untuk kegiatan seremonial dan hiburan rakyat, dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transparansi dianggap penting guna menjaga kepercayaan publik serta menghindari potensi konflik di tengah masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya menghubungi Kepala Desa Mendaan untuk meminta klarifikasi dan penjelasan resmi terkait penggunaan anggaran HUT desa tersebut. Namun, yang bersangkutan belum memberikan keterangan.
Media menegaskan akan terus melakukan penelusuran serta membuka ruang klarifikasi dari pihak pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya demi menyajikan informasi yang berimbang dan akurat sesuai dengan prinsip jurnalistik.
Redaksi









