TABEnews Tolitoli, Sulawesi Tengah — Suara tawa anak-anak kini terdengar lebih nyaring di Panti Asuhan Ihsanul Ummah. Senyum mereka terlihat lebih cerah, seolah menyambut era baru setelah hampir satu dekade hidup dalam keterbatasan listrik. Hari itu menjadi saksi sejarah kecil namun bermakna besar: untuk pertama kalinya, panti ini resmi tersambung ke jaringan listrik PLN, menandai berakhirnya masa-masa bergantung pada deru mesin genset.
Bagi sebagian orang, listrik adalah hal biasa. Namun bagi anak-anak di panti ini, cahaya lampu adalah simbol harapan, jendela untuk belajar, dan pintu menuju masa depan.
“Alhamdulillah, mulai hari ini anak-anak Panti Asuhan Ihsanul Ummah sudah bisa menikmati listrik 24 jam penuh. Tidak ada lagi halangan untuk mereka belajar dan beraktivitas di malam hari,” ujar Wakil Bupati Tolitoli, Mohammad Besar Bantilan (MBB), saat menyaksikan langsung pemasangan tiang listrik di lokasi, Kamis lalu.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli menggandeng PT PLN (Persero) UP3 dalam misi kemanusiaan ini. Kolaborasi keduanya menjadi bukti nyata bahwa ketika birokrasi dan kepedulian berpadu, maka perubahan bukan hanya mungkin, tapi pasti.
10 Tahun Dalam Bayang-Bayang Genset
Sejak berdiri, Panti Asuhan Ihsanul Ummah selalu bertahan hidup dengan genset kecil yang hanya bisa dinyalakan beberapa jam setiap hari—itu pun jika ada cukup dana untuk membeli solar. Anak-anak sering belajar di bawah cahaya lilin atau lampu minyak. Tidak jarang, kegiatan malam hari harus dihentikan karena listrik padam total.
Bagi pengurus panti, seperti Ibu Nurhayati, ini adalah anugerah besar. “Rasanya seperti mimpi. Kami sudah terlalu lama hidup dalam keterbatasan. Listrik ini bukan hanya soal penerangan, tapi soal martabat dan masa depan anak-anak kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Lebih dari Sekadar Cahaya
Listrik yang kini menyala 24 jam sehari bukan hanya membawa terang ke kamar-kamar tidur dan ruang belajar. Ia membawa harapan. Anak-anak kini bisa belajar lebih lama, bermain dengan aman, dan mengakses dunia luar lewat teknologi yang sebelumnya hanya mereka dengar dari cerita.
Lebih dari itu, MBB menyatakan komitmen lanjutan dari Pemerintah Daerah untuk membantu renovasi bangunan panti. “InsyaAllah, bantuan dana renovasi segera kami salurkan agar tempat ini juga nyaman secara fisik, tidak hanya terang secara listrik,” tegasnya.
Sinergi untuk Kemanusiaan
PLN dan Pemkab Tolitoli menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus berskala besar untuk berdampak besar. Terkadang, satu tiang listrik bisa menjadi penopang harapan bagi puluhan anak yang bermimpi menjadi dokter, guru, atau pemimpin masa depan.
Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari perubahan besar. Semoga cahaya yang kini menyinari Panti Ihsanul Ummah menjadi simbol dari cahaya masa depan anak-anak Tolitoli yang lebih cerah.
“Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan berlipat ganda,” tutup MBB, disambut hangat oleh para pengurus dan anak-anak panti.








