Tolitoli, TABEnews.com —
Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya, menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Dalam pernyataan tegas yang disampaikannya di Bhale Dako Lipu pada Minggu (27/7) pukul 11.32 WITA, Amran menyebut bahwa narkoba telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat Tolitoli.
“Narkoba sudah menjadi ancaman serius di daerah kita. Polisi tidak bisa membendung peredarannya sendirian. Karena itu, Pemda akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba,” ujar Amran dengan nada tinggi dan wajah memerah menandakan rasa geramnya.
AdvertisingAdvertising
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap lingkungan sekitar. Ia menyebut para pengguna narkoba sebagai individu yang telah kehilangan akal sehat dan kerap kali menyampaikan dalih pembenaran atas perilakunya.
“Jika ada pecandu narkoba menemui saudara, maka yakin dan percaya bahwa saudara sedang berhadapan dengan orang yang tidak beres otaknya. Mereka sering kali berusaha membenarkan diri seolah-olah lebih pintar dari kita,” ucapnya dengan nada serius.
Komitmen Serius Pemda dan Satgas Anti Narkoba
Amran menyebut bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman terhadap moral bangsa dan masa depan generasi muda. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tolitoli akan memperkuat upaya internal dengan memeriksa urine ASN secara berkala, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap masyarakat secara eksternal.
“Tugas Satgas bukan hanya di masyarakat, tapi juga harus lebih keras menyisir internal pemerintah daerah. Jangan sampai aparat pemerintah justru terlibat,” tegasnya.
Narkoba Merusak Bangsa
Pemerintah memandang serius penyalahgunaan narkoba karena dampaknya yang sangat merusak. Selain menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan otak, sistem saraf pusat, hingga gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, narkoba juga menghancurkan sendi-sendi ekonomi dan sosial masyarakat.
“Bagaimana mungkin seseorang yang tak peduli pada dirinya sendiri bisa berharap pemerintah peduli padanya?” ungkap Amran.
Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap siapa pun yang terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.
“Saya sebagai Bupati tidak akan mentolerir pelaku dan pengguna narkoba. Semua komponen masyarakat harus terlibat dalam perang melawan narkoba,” pungkas Amran Hi. Yahya.
Reporter: Armen Djaru | Tabe News








