buol

Bupati Buol Buka Pelatihan Kemandirian Pertukangan dan Pengelasan di Lapas Leok: Dorong Warga Binaan Jadi Pribadi Produktif

56
×

Bupati Buol Buka Pelatihan Kemandirian Pertukangan dan Pengelasan di Lapas Leok: Dorong Warga Binaan Jadi Pribadi Produktif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, Tabenews.com — Pemerintah Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembinaan warga binaan agar menjadi individu yang produktif dan mandiri. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Bupati Buol Risharyudi Triwibowo yang secara resmi membuka Pelatihan Pembinaan Kemandirian Keterampilan Pertukangan dan Pengelasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok, Senin (27/10/2025).

Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dengan Lapas Kelas III Leok, sebagai langkah nyata dalam memberikan bekal keterampilan kerja bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang bernilai ekonomi.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Pelatihan yang akan berlangsung selama delapan hari tersebut difasilitasi langsung oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Buol di bawah kepemimpinan Friesha beserta jajaran, bekerja sama dengan Kalapas Kelas III Leok, Achmad Adrian, SH, dan seluruh petugas lapas.

Dalam sambutannya, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menekankan pentingnya rasa syukur atas setiap kesempatan yang diberikan, termasuk kesempatan untuk memperbaiki diri melalui program pembinaan seperti pelatihan ini.

“Ujian dan cobaan bukanlah hukuman, tetapi pelajaran berharga untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik bagi keluarga yang menunggu di rumah,”

ujar Bupati dengan penuh motivasi.

Bupati juga menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan seperti ini bukan sekadar program formalitas, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap upaya pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati Risharyudi menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus membuka peluang kerja bagi warga binaan yang telah memiliki keterampilan. Ia menyebutkan, pihaknya berencana melibatkan warga binaan dalam pekerjaan pengadaan mobiler daerah, seperti pengelasan pagar besi, pembuatan kursi, meja, jendela, dan pintu.

“Meskipun mereka warga binaan, mereka tetap bagian dari masyarakat Buol yang wajib kita perhatikan dan berdayakan dengan memberikan pekerjaan yang layak,”

tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi warga binaan untuk mendapatkan kesempatan kedua dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buol dan Lapas Leok ini menandai bentuk pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pemberdayaan, rehabilitasi, dan peningkatan kapasitas diri.

Kalapas Kelas III Leok, Achmad Adrian, SH, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Bupati Buol terhadap warga binaan. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi wujud sinergi yang positif antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam upaya menciptakan warga binaan yang lebih mandiri dan siap berkontribusi di masyarakat.

Menutup sambutannya, Bupati Buol berpesan kepada seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bekal perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

“Teruslah berbenah dan ubah diri menjadi pribadi yang lebih baik, karena ada keluarga dan anak-anak yang menanti harapan hidup yang bahagia,”

Pelatihan kemandirian ini diharapkan mampu mencetak warga binaan yang tidak hanya terampil dalam bidang pertukangan dan pengelasan, tetapi juga memiliki semangat kerja, tanggung jawab, dan motivasi tinggi untuk kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat Kabupaten Buol.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600