buol

Petani Jagung di Kabupaten Buol Harapkan Turun Hujan

377
×

Petani Jagung di Kabupaten Buol Harapkan Turun Hujan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paleleh, TABEnews —  Ribuan petani yang menggantungkan ekonominya dari bertanam  Jagung di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah resah. 

“Kami mulai resah pak, fslam tiga bukan terakhir hujan tak pernah turun. Kami tidak bisa menanam, ” ungkap Imran petani Jagung di Paleleh, Selasa (31/10). 

Advertising
banner 325x300
Advertising

Tampaknya usaha andalan keluarga kami tidak bisa jalan kalau musim kemarau dampal El Nino ini terus berdampak di Kabupaten Buol. 

Untuk menyambung ekonomi Keluarga kata Imran, kami ada yang masuk lubang-menambang–ada juga yang melaut. 

Hanya dua itu pilihan kalau di sekiratan Paleleh. Mau jadi butuh kasar juga sangat sulit apalagi bertanam, katanya penuh pilu. Kepala Desa (Kades) Liloto dan Umuh yang dikonfirmasih media mengatakan kalau keresahan sudah berjalan dua bulan terakhir karena kekeringan. 

Baik Ridwan maupun Syaherman, kedua kades ini terus berharap agar warga bisa bersabar dan mencari pekerjaan sementara dalam pemenuhan ekonomi keluarga. 

Menurut Syaherman Manggi di Desa Lilito Kecamatan Paleleh ini ada dua ratusan hektar lahan jagung yang mulai mengering dalam dua bulan terakhir. 

Kata Syaherman, ada 6 kelompok masyarakat yang mengandalkan ekonomi keluarganya dari bertanam jagung. 

Pihanya juga sudah menggelontorkan dana Rp 200 an juga dalam empat musim tanam jagung. Sementara sekarang belum bisa menanam karena kering, ujarnya sambil menunjuk arag bukit yang tampak kering kerontang lahannya. 

Antisipasinya adalah di Desa Lilito juga ada upaya Bumdes membuka simpan pinjam bagi desa yang berduduk lebih 1.000 jiwa itu. ***

Example 468x60
Example 120x600