Buol, TABEnews.com – Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan di desa Mopu kecamatan Bukal saat ini sedang dikerjakan oleh kontraktor CV Cahaya Pelangi dengan waktu 150 hari kerja sangat diharapkan warga sekitar untuk segera diselesaikan.
Kebutuhan akan akses jembatan ini merupakan akses perekonomian warga di kecamatan Bukal. Kegiatan rehabilitasi jembatan ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) Ermak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Buol dengan menelan anggaran sebesar Rp.474.953.900,- didanai dari APBD Kabupaten Buol Tahun 2023.

Berdasarkan hasil investigasi media tabenews.com di lapangan bahwa diduga pekerjaan jembatan mopu mengunakan bahan pasir lokal (tuinan) yang seharunya tidak digunakan akan tetapi pihak kontraktor mengunakannya, seharusnya dalam pekerjaan jembatan mopu tersebut harusnya mengunakan pasir dari Tolitoli akan tetapi demi mendapatkan keuntungan besar pihak kontraktor mengunakan dua bahan material pasir lokal dan pasir Tolitoli saat melakukan pengecoran lantai bawah jembatan mopu, yang mana dilokasi tersebut terdapat pasir lokal yang bercampur dengan pasir dari Tolitoli.

Menurut salah satu warga desa Mopu saat ditemui mengatakan bahwa saat awal pekerjaan pihak pekerja terlihat mengunakan pasir lokal saat melakukan pengecoran lantai bawah jembatan dan berharap pekerjaan jembatan ini segera diselesaikan berdasarkan alokasi hari kerja sesuai kontrak yang ada.

“Kami juga tidak tahu apa harus mengunakan pasir lokal atau tidak tapi saat tim turun untuk mengecek pasir tersebut terlihat banyak lumpur dan tidak bisa digunakan pasir tersebut tapi pak sudah dilakukan pengecoran lantai bawah gunakan pasir lokal, tutu warga yang enggan mau di sebut namanya.

berharap jembatan ini cepat selesai. mengingat jalur ini merupakan akses ekonomi bagi warga kecamatan Bukal, khusunya desa mopu dan desa mulat, kata warga tersebut.
Ia pun berharap, selain ketepatan waktu penyelesaiannya, tentu kwalitas pekerjaan juga sangat diharapkan, agar kedepan jembatan ini bisa digunakan warga dengan jangka waktu yang lebih lama.

“ banyak pekerjaan jembatan asal jadi, karena mengunakan bahan yang tidak sesuai serta mengejar waktu penyelesaian kerja tidak sesuai yang diharapkan, selain tak sesuai bestek,serta material tak sesuai, sehingga mengakibatkan kwalitas pekerjaan tidak seperti yang diharapkan, untuk itu kami akan mengawasi pekerjaan, jangan sampai merugikan masyarakat sebagai pengguna aktif jembatan ini,” tandasnya.
Sayangnya upaya konfirmasi kepada pihak kontraktor pekerjaan ini, melalui pesan whastApp namun hingga berita ini dipublis tak merespon.
Redaksi









