BUOL, Tabenews. —
Bupati Buol dr. H. Amirudin Rauf, Sp.Og, M.Si menjadi salah satu narasumber dalam dialog Zoom Meeting yang di prakarsai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta.
Zoom ini di insiasi dalam rangka peluang kolaborasi Penta Helix di situs kedaireka.id yang di koordinir oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi, juga kerjasama antara Dosen-dosen Universitas Persada Indonesia, Universitas Tadulako, dan PT. Jejaring Emas Komunikasi.
Berikut Paparan Bupati Buol:
Pengembangan Agribisnis Peternakan Kab. Buol
1). Strategi Pengembangan Peternakan
Menurut Bupati Buol, strategi pengembangan peternakan yang telah di cetuskan di Buol terdiri atas 3 (tiga) yakni:
Pertama, Pengembangan peternakan rakyat yang di arahkan menjadi “peternakan komunitas”.
Kedua, pengembangan peternakan skala Mini Ranch.
Kedua, pengembangan kawasan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA).
“Cita-cita program pengembangan peternakan ini adalah menjadikan Buol sebagai penyanggah kebutuhan daging Indonesia Timur dan Nasional, dengan target 50. 000 ekor pada Tahun ini.
Selain melalui APBD, pengembangan jumlah populasi sapi di adakan melalui ASN, dan alokasi Dana Desa setiap tahunya.
Pengembangan Mini Ranch
Mini Ranch dalam fungsinya di arahkan untuk menjadi sekolah lapangan peternakan.
“Sekolah ini kelak akan menjadi tempat dimana inovasi tekhnologi, rekayasa genetis, dan produk-produk hasil kotoran ternak di budidayakan” ujar Bupati Buol.
Luas areal kawasan peternakan ini adalah 324 hektar, yang di bangun di areal Kota Terpadu Mandiri (KTM).
Mini Ranch telah menghasilkan “Bibit sapi hasil Inseminasi Buatan (IB), Pengembangan Penghijauan Pakan Ternak, Tempat praktek inovasi sistem reproduksi Berbantu, pembuatan pupuk organik, Bio Gas, Bio Urin, dan Pupuk Kandang. Kedepan akan di kembangkan lagi lewat inovasi program Transfer Embrio untuk menghasilkan bibit sapi berkualitas baik lokal maupun sapi luar negeri.
“Dari hasil IB, yang awalnya Populasi hanya 125 ekor, saat ini telah meningkat populasinya menjadi 175 ekor dengan berbagai varian jenis sapi” ucap Bupati Buol.
Dari hasil Program One Man One Cow, Populasi Sapi yang awalnya sejak program ini lahir hanya berjumlah 18. 646 ekor, dalam 3 Tahun telah meningkat pesat berjumlah kurang lebih 35. Ribu ekor.
Sebagai penutup, atas upaya, kerja keras, dan program yang baik serta memiliki filosofi, kiat-kiat Bupati Buol menjadikan daerah ini sebagai lumbung daging nasional khususnya Indonesia timur makin jelas di depan mata.
Buol akan menjadi sentra peternakan Sulawesi Tengah, dan menjadi tiang penyanggah kebutuhan Daging Nasional.









