Gorontalo, Tabenews.Com — Koordinator lapangan aksi yang menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mengaku menerima pesan bernada intimidasi setelah menelusuri persoalan tersebut.
Dugaan ancaman itu disampaikan melalui pesan WhatsApp dari dua nomor telepon berbeda. Dalam tangkapan layar percakapan yang diperoleh, pengirim pesan menantang koordinator lapangan dengan kalimat bernada provokatif, bahkan mengajaknya berkonfrontasi secara langsung.
“Bro, serlok, ayo perang, kau di mana, kumpul kawanmu,” demikian bunyi salah satu pesan yang diterima.
Pesan lainnya berbunyi, “Sharelock kawan, ato kau kami cari sendiri.”
Rangkaian pesan tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan koordinator lapangan, terlebih saat ia sedang menelusuri dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob dalam aktivitas PETI yang menjadi sorotan.
Koordinator lapangan menanggapi pesan tersebut dengan meminta pengirim menjelaskan identitas serta persoalan yang sebenarnya. Namun, percakapan yang terdokumentasi justru memperlihatkan adanya kata-kata kasar dan tantangan untuk berkonfrontasi.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai motif pengiriman pesan tersebut dan apakah terdapat kaitan dengan aktivitas penelusuran dugaan PETI yang sedang dilakukan. Meski demikian, identitas pengirim, motif, serta hubungan mereka dengan dugaan aktivitas pertambangan ilegal tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan tangkapan layar yang tersedia.
Koordinator lapangan menilai, setiap bentuk intimidasi tidak seharusnya menjadi cara untuk merespons upaya mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam aktivitas pertambangan ilegal, apabila didukung bukti, harus diperiksa melalui mekanisme hukum dan pengawasan internal yang berlaku.
Persoalan ini juga menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum. Apabila terdapat dugaan pelanggaran oleh anggota kepolisian, pemeriksaan harus dilakukan secara objektif, transparan, dan tanpa tebang pilih.
Hingga berita ini disusun, identitas pihak yang mengirimkan pesan tersebut belum terverifikasi. Belum ada pula bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa pengirim merupakan anggota Brimob atau pihak yang berkaitan langsung dengan aktivitas PETI.
Koordinator lapangan diharapkan dapat menyimpan bukti percakapan secara utuh dan mempertimbangkan pelaporan kepada pihak berwenang agar dugaan intimidasi tersebut dapat diperiksa sesuai prosedur hukum.
TABENEWS — Mengawal Fakta, Mengungkap Peristiwa.










