Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Gorontalo

Pasien Meninggal Setelah Menunggu Cuci Darah, Fasilitas HD RS Toto Disorot

1
×

Pasien Meninggal Setelah Menunggu Cuci Darah, Fasilitas HD RS Toto Disorot

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo — Pelayanan Hemodialisa (HD) di Rumah Sakit Toto Kabila, Kabupaten Bone Bolango, menjadi sorotan setelah seorang pasien bernama Nurhayati Alamtaha meninggal dunia usai menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Nurhayati Alamtaha masuk ke RS Toto pada Senin malam dalam kondisi membutuhkan penanganan medis.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menyebut pasien kemudian dinyatakan membutuhkan tindakan cuci darah atau Hemodialisa (HD). Namun, menurut keluarga, tindakan tersebut dijadwalkan untuk dilakukan pada hari Selasa.

Pihak keluarga mempertanyakan keputusan tersebut, terlebih pasien disebut masih harus menunggu antrean pelayanan HD di tengah keterbatasan fasilitas yang tersedia.

Nurhayati akhirnya meninggal dunia pada Selasa malam, sekitar satu hari setelah masuk ke RS Toto.

Pihak keluarga menduga kondisi Nurhayati semakin memburuk karena tidak mendapatkan penanganan secara serius dan cepat sebagaimana yang mereka harapkan.

Meski demikian, penyebab medis kematian Nurhayati tetap perlu dipastikan melalui rekam medis, keterangan dokter, serta pemeriksaan dari pihak yang berwenang. Tabenews.com tidak menyimpulkan bahwa kematian pasien tersebut secara langsung disebabkan oleh keterlambatan tindakan Hemodialisa.

Kasus ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas Hemodialisa di RS Toto. Apabila rumah sakit memang tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memberikan tindakan HD kepada pasien sesuai kebutuhan medisnya, maka mekanisme rujukan ke rumah sakit lain semestinya menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan.

Pertanyaan publik kini tertuju kepada manajemen RS Toto: apakah tindakan Hemodialisa memang secara medis aman untuk ditunda hingga Selasa, atau penundaan tersebut berkaitan dengan keterbatasan fasilitas dan antrean pasien?

Selain itu, perlu dijelaskan apakah sebelum pasien meninggal dunia telah dilakukan langkah alternatif, termasuk konsultasi medis lanjutan maupun rujukan ke fasilitas kesehatan lain yang memiliki kapasitas HD.

Tabenews.com berupaya melakukan konfirmasi kepada Direktur Rumah Sakit Toto terkait persoalan tersebut, termasuk kronologi pelayanan terhadap Nurhayati Alamtaha dan kondisi fasilitas Hemodialisa di RS Toto. Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons atau keterangan dari Direktur Rumah Sakit Toto.

Keterangan dari pihak rumah sakit tetap terbuka untuk disampaikan dan akan menjadi bagian penting dalam pemberitaan guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.

Keluarga berharap kasus yang dialami Nurhayati Alamtaha tidak berhenti sebagai sebuah kejadian biasa. Mereka meminta adanya evaluasi terhadap pelayanan Hemodialisa di RS Toto, termasuk ketersediaan mesin HD, sistem antrean, tenaga medis, serta mekanisme rujukan bagi pasien yang tidak dapat segera dilayani.

Sebab, pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan manusia. Ketika fasilitas rumah sakit tidak mampu memberikan tindakan yang dibutuhkan pasien, harus tersedia alternatif penanganan maupun rujukan agar pasien tidak dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300