Buol Tabenews.com — Bukan hanya menunggu anggaran datang, Pemerintah Kabupaten Buol memilih “jemput bola” hingga ke pusat.
Hal itu ditegaskan saat peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Selasa (25/8/2026), yang dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Buol, Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa dan tokoh masyarakat.
Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Pemkab Buol mengungkap berhasil mengawal masuknya lebih dari Rp650 miliar anggaran APBN dan APBD Provinsi untuk berbagai program pembangunan di Buol sepanjang 2025–2026.
Salah satunya adalah Kampung Nelayan Merah Putih yang dibangun di tiga lokasi, yakni Desa Tamit, Desa Taal dan Desa Komalan Besar, dengan total nilai sekitar Rp14 miliar.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong pembangunan 9 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta mengalokasikan sekitar Rp72 miliar APBD Provinsi untuk peningkatan ruas jalan Momunu hingga batas Kota Nagaya.
Bupati Buol jelas: Efisiensi bukan alasan untuk berhenti membangun. Ketika APBD terbatas, pemerintah harus lebih aktif mencari dan mengawal anggaran dari pusat.
Gubernur Sulawesi Tengah pun memberikan dukungan. Menurutnya, kepala daerah memang harus aktif mendatangi kementerian dan mengawal program, sebab banyak sumber anggaran pembangunan berada di pemerintah pusat.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak sekadar menjadi proyek pembangunan fisik, tetapi mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat koperasi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Kini, batu pertama telah diletakkan.
Pertanyaannya: mampukah Kampung Nelayan Merah Putih menjadi titik balik ekonomi masyarakat pesisir Buol?
Redaksi










