Buol TabeNews.com – Penyambutan kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XXIV Sulawesi Tengah dari Kabupaten Poso di Kabupaten Buol berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan.
Tidak hanya disambut dengan jamuan, momen tersebut juga diwarnai pemberian cenderamata berupa gula merah khas Kabupaten Buol dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantow, S.IP., M.Si, kepada Kontingen Popda Poso yang menerima langsung Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Poso, Jhony Herlan Bonuso, SE., M.Pd.
Pemberian gula merah tersebut menjadi simbol keramahan sekaligus bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Buol kepada tamu yang datang dalam rangka mengikuti POPDA XXIV Sulteng.
Yang menarik, gula merah yang diberikan bukan sekadar buah tangan biasa. Produk khas Buol tersebut disebut telah menembus pasar mancanegara, sehingga menjadi salah satu produk lokal yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantow, mengatakan pemberian gula merah khas Buol tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada kontingen Kabupaten Poso yang telah datang ke Buol.
“Ini memang cenderamata sederhana dari Kabupaten Buol, tetapi kami berharap bisa menjadi kenang-kenangan bagi Pak Kadis Dikpora Poso dan seluruh kontingen. Ini salah satu produk khas daerah kami yang patut kita banggakan,” ujar Arfandi.
Menurutnya, gula merah Buol memiliki cita rasa dan kualitas yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Bahkan, produk tersebut telah memiliki jangkauan pasar hingga ke luar negeri.
“Gula merah ini sudah masuk pasar mancanegara. Artinya, produk masyarakat Buol memiliki kualitas dan potensi yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain,” katanya.
Arfandi berharap produk lokal seperti gula merah dapat terus mendapatkan perhatian dan dukungan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan petani yang terlibat dalam produksinya.
“Harapan kami, produk-produk lokal Buol semakin dikenal. Tidak hanya di Sulawesi Tengah dan Indonesia, tetapi juga semakin luas di pasar internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Poso, Jhony Herlan Bonuso, SE., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas cenderamata yang diberikan Pemerintah Kabupaten Buol.
Menurut Jhony, pemberian gula merah khas Buol tersebut menjadi kenang-kenangan yang sangat berkesan bagi dirinya dan kontingen Kabupaten Poso.
“Terima kasih kepada Pak Kadis PMD Kabupaten Buol atas sambutan dan cenderamata yang diberikan. Ini bukan hanya sekadar gula merah, tetapi menjadi simbol keramahan dan persaudaraan antara Kabupaten Buol dan Kabupaten Poso,” ungkapnya.
Ia mengaku tertarik dengan informasi bahwa gula merah khas Buol tersebut telah menembus pasar mancanegara.
“Kalau produk ini sudah masuk pasar mancanegara, tentu ini sesuatu yang luar biasa. Berarti masyarakat Buol memiliki produk unggulan yang mempunyai nilai dan kualitas untuk bersaing lebih luas,” ujarnya.
Jhony berharap hubungan baik antara Kabupaten Poso dan Kabupaten Buol tidak berhenti pada momentum POPDA, tetapi terus terjalin dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan potensi daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Dari POPDA, Perkenalkan Produk Lokal
Pemberian gula merah khas Buol menjadi bagian menarik dari rangkaian penyambutan kontingen Poso. Di tengah semarak kompetisi olahraga, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulan daerah.
POPDA XXIV Sulteng akhirnya tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet pelajar untuk menunjukkan kemampuan mereka, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masing-masing daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, produk lokal dan keramahan masyarakatnya.
Gula merah khas Buol pun menjadi simbol sederhana bahwa prestasi olahraga dan potensi ekonomi daerah dapat berjalan beriringan.
Dari Buol untuk Poso, sebuah cenderamata kecil membawa pesan besar: persaudaraan terjalin, potensi daerah diperkenalkan, dan produk lokal semakin dikenal.
Redaksi










