Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Gorontalo

Lion Paneo Desak Kapolda Bertindak, Rentetan Kasus di PETI Suwawa Dinilai Memalukan Penegakan Hukum

6
×

Lion Paneo Desak Kapolda Bertindak, Rentetan Kasus di PETI Suwawa Dinilai Memalukan Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bolango, Tabews.Com – Rentetan peristiwa yang terus terjadi di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Suwawa kembali memantik sorotan tajam. Korban terus berjatuhan, dugaan tindak pidana terus bermunculan, namun hingga kini langkah tegas aparat penegak hukum dinilai belum memberikan kepastian yang diharapkan masyarakat.

Aktivis muda Gorontalo, Lion Paneo, menilai kondisi tersebut merupakan cerminan lemahnya penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang hingga kini masih berlangsung. Menurutnya, selama tambang ilegal tetap dibiarkan beroperasi, maka berbagai tragedi hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali terulang.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Sudah berapa banyak korban lagi yang harus berjatuhan agar aparat benar-benar bertindak? Jangan sampai nyawa masyarakat menjadi harga yang harus dibayar akibat lemahnya penegakan hukum,” tegas Lion Paneo.

Ia mengungkapkan, sedikitnya terdapat sejumlah peristiwa yang hingga kini belum menemukan titik terang, mulai dari insiden di tambang milik Ka Sonu di Tibor 17, peristiwa di tambang milik Ajo Adam di Tibor 18, hingga dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Djafar Ibrahim alias sebagai Pelaku PETI di Tibor 18.

Menurut Lion Paneo, seluruh rangkaian peristiwa tersebut memiliki satu benang merah, yakni tetap beroperasinya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin di kawasan Suwawa. Ironisnya, meski statusnya ilegal, aktivitas tersebut seolah terus berjalan tanpa hambatan yang berarti.

“Jika aktivitas ilegal terus dibiarkan, maka jangan heran apabila korban berikutnya kembali muncul. Yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan masyarakat, tetapi juga marwah hukum dan kewibawaan negara,” ujarnya.

Lion Paneo mendesak Kapolda Gorontalo agar tidak lagi bersikap pasif terhadap persoalan PETI Suwawa. Ia meminta seluruh pelaku usaha Pertambangan Tanpa Izin yang diduga terlibat dalam berbagai persoalan hukum segera dipanggil dan diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sorotan khusus juga diarahkan kepada Djafar Ibrahim alias Yari, yang diduga melakukan penganiayaan, Selain itu, Yari juga diduga merusak garis polisi (police line) dan kembali melanjutkan aktivitas PETI di lokasi yang sebelumnya telah dipasang garis polisi oleh aparat.

“Apabila dugaan-dugaan tersebut benar, tetapi tidak segera ditindak, maka publik tentu akan bertanya, apakah hukum masih berlaku sama bagi setiap orang, atau justru ada pihak-pihak tertentu yang seolah kebal terhadap hukum,” katanya.

Lebih jauh, Lion Paneo menilai lambannya penanganan berbagai persoalan di kawasan PETI Suwawa telah memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat mengenai komitmen aparat penegak hukum.

“Publik berhak mempertanyakan, apakah aparat benar-benar tidak mengetahui apa yang terjadi di lokasi tambang, atau justru memilih menutup mata. Bahkan muncul pertanyaan yang semakin kuat di tengah masyarakat, apakah ada oknum yang membekingi aktivitas PETI di Suwawa. Jika memang tidak ada, maka jawaban terbaik bukanlah klarifikasi, melainkan tindakan hukum yang tegas, terbuka, dan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tidak dibangun melalui pernyataan, melainkan melalui keberanian dalam menegakkan hukum secara adil.

“Jangan sampai Polda Gorontalo dikenang bukan karena keberhasilannya memberantas PETI, tetapi karena dianggap gagal menghentikan aktivitas pertambangan ilegal yang terus memakan korban. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku PETI. Ketika hukum terlihat diam, maka ruang bagi pelanggaran akan semakin terbuka. Sudah saatnya aparat membuktikan kepada publik bahwa hukum masih memiliki wibawa dan tidak tunduk kepada siapa pun.”

Lion Paneo menegaskan, yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan sekadar janji atau pernyataan, melainkan langkah nyata untuk menghentikan seluruh aktivitas PETI di Suwawa serta menuntaskan setiap kasus yang telah menimbulkan korban. Menurutnya, penegakan hukum yang tegas akan menjadi jawaban atas keresahan publik sekaligus membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600