Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

TPN XIII Resmi Dibuka, Wakil Bupati Buol Ajak Seluruh Stakeholder Bersatu Bangun Pendidikan

1
×

TPN XIII Resmi Dibuka, Wakil Bupati Buol Ajak Seluruh Stakeholder Bersatu Bangun Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, Tabenews.com – Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH., didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, secara resmi membuka kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang berlangsung di Aula Pobokidan Lantai II Kantor Bupati Buol, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Cita-Cita Kolektif: Keluarga Desa Dunia” tersebut dihadiri Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Buol Satar MS Badang, SE, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhamad Singara S.Ag., M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol Dr. H. Nurhairi, dewan pakar Ikatan Guru Indonesia (IGI), kepala sekolah, para guru, mahasiswa, serta peserta dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Buol.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Koordinator Daerah TPN XIII Kabupaten Buol, Supardi, S.Pd., Gr., dalam laporannya menyampaikan bahwa Temu Pendidik Nusantara merupakan ruang belajar bersama, wadah berbagi praktik baik, sekaligus ajang kolaborasi bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru, menumbuhkan semangat Merdeka Belajar, serta memperkuat sinergi antarpendidik demi kemajuan mutu pendidikan di Kabupaten Buol.

“Temu Pendidik Nusantara menjadi ruang untuk menyebarluaskan solusi pembelajaran yang telah terbukti efektif, memberikan kesempatan kepada guru untuk terus belajar, sekaligus menggerakkan perubahan pendidikan mulai dari tingkat kelas, sekolah, daerah hingga tingkat nasional,” ujar Supardi.

Ia menjelaskan tema yang diangkat tahun ini mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memandang dunia sebagai satu desa besar yang dibangun melalui kepedulian, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama.

“Melalui TPN XIII, kita diajak menjadi warga dunia yang tetap berpijak kuat pada nilai-nilai lokal, namun terbuka terhadap kerja sama lintas budaya, lintas generasi, dan lintas wilayah demi terciptanya pendidikan yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Ketua IGI Kabupaten Buol, Ahmad Ajud, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa IGI hadir sebagai organisasi pembelajar yang berkomitmen meningkatkan kompetensi guru melalui budaya berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Kami memiliki prinsip, jika ingin mengajar maka harus terus belajar. Guru hebat adalah guru yang tidak menyimpan ilmunya sendiri, tetapi mau berbagi dan bertumbuh bersama. Temu Pendidik Nusantara menjadi wadah untuk mempertemukan guru-guru yang telah memiliki praktik baik dengan guru-guru lainnya sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Buol semakin meningkat,” ujarnya.

Ahmad juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya TPN XIII yang dinilainya sebagai gerakan besar dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan daerah.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Kabupaten Buol.

“Pembangunan yang paling menentukan masa depan bukan hanya jalan, jembatan, atau gedung. Pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia, dan pembangunan manusia dimulai dari ruang kelas serta tangan para guru,” tegasnya.

Wakil Bupati menyebut guru merupakan profesi mulia yang memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan menyiapkan generasi masa depan.

Menurutnya, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, tetapi dari keberhasilan para murid yang mampu melampaui capaian gurunya.

“Guru sejati akan bangga ketika murid-muridnya berhasil dan mampu melampaui dirinya. Dari tangan guru-guru hebat lahir generasi yang mampu membawa daerah dan bangsa menuju kemajuan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pesatnya perkembangan sejumlah negara seperti China dan Vietnam yang mampu melakukan lompatan kemajuan melalui investasi besar pada sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Buol terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Wakil Bupati juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkuat kolaborasi seluruh organisasi dan pemangku kepentingan pendidikan, termasuk IGI, PGRI, organisasi guru lainnya, serta Kementerian Agama.

Menurutnya, tidak boleh ada sekat-sekat dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

“Kita harus menghilangkan sekat antarorganisasi pendidikan. Semua stakeholder harus duduk bersama, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari gerakan besar membangun pendidikan Kabupaten Buol. Pendidikan tidak akan maju jika kita berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia berharap melalui Temu Pendidik Nusantara XIII akan lahir berbagai inovasi, praktik baik, dan gagasan baru yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Buol.

“Kegiatan ini bukan kegiatan kecil. Ini adalah gerakan besar yang menghadirkan guru-guru hebat dan para pembelajar luar biasa. Saya yakin dari forum ini akan lahir ide-ide dan kolaborasi yang membawa pendidikan Kabupaten Buol menjadi lebih maju dan mampu mencetak generasi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Kegiatan Temu Pendidik Nusantara XIII selanjutnya diisi dengan sesi berbagi praktik baik, diskusi pendidikan, ruang kolaborasi, serta berbagai kegiatan pengembangan kompetensi guru yang melibatkan narasumber dari tingkat daerah maupun nasional.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600