Pohuwato, Tabenws.Com – Menyambut Hari Buruh Internasional pada Mei 2026 mendatang, rencananya ribuan buruh tambang bakal menggelar aksi demonstrasi May Day di 3 titik yakni Kantor Merdeka Gold Resources yang menjadi anak usaha dari PT. Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Mapolres Pohuwato dan Kantor Bupati Pohuwato.
Berdasarkan informasi yang di himpun Redaksi Tabenews, aksi tersebut rencananya akan digelar Jum’at (01/05/2026) s/d Kamis (07/05/2026). Demonstrasi tersebut bakal di pimpin langsung oleh aktivis senior Pohuwato yaitu Yosar Ruiba atau yang lebih akrab disapa YR.
Demonstrasi May Day itu sendiri merupakan aksi tahunan buruh sedunia, termasuk di Indonesia, untuk menuntut kesejahteraan, hak pekerja, dan kebijakan perburuhan yang adil. Aksi ini berakar dari perjuangan jam kerja 8 jam di AS pada 1886.
Di Indonesia, demo sering diisi tuntutan seperti tolak outsourcing dan upah layak. Hari Buruh Internasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum perjuangan bersama untuk menegaskan bahwa rakyat harus menjadi prioritas utama.
Salah seorang aktivis muda, Rahmat G. Ebu, yang juga merupakan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pohuwato saat dimintai tanggapan soal rencana aksi unjuk rasa ini menyampaikan responnya bahwa ia dan beberapa organisasi swadaya masyarakat dan organisasi kepemudaan Pohuwato akan ikut mengambil bagian dalam aksi tersebut.
“Pada Mei Day Jum’at yang akan datang, kami bersama teman-teman aktivis Lingkungan, LSM dan OKP Di kabupaten Pohuwato akan ikut serta melaksanakan agenda aksi besar dengan kekuatan 5000 massa yang bakal dipimpin oleh Bung Yosar Ruiba, hal ini sebagai bentuk persatuan dan perlawanan terhadap ketidakadilan perusahaan MDKA dan seluruh anak perusahaannya yang terus menindas kaum buruh tambang sehingga ketidakadilan dan berbagai intimidasi mereka itu turut dirasakan oleh masyarakat lingkar tambang yakni petani, nelayan, pedagang kaki lima dan penambang rakyat secara keseluruhan.” Ungkap Rahmat panjang lebar.
Menurut Rahmat, aksi yang di gelar tersebut adalah seruan bersama untuk merebut kembali hak-hak rakyat penambang yang dirampas, menolak kebijakan yang hanya menguntungkan korporasi besar, yakni Merdeka Copper Gold Group dan kroni-kroninya serta mendesak pemerintah agar berpihak pada kepentingan masyarakat bukan pada kepentingan pemodal atau investor semata.
“Dengan semangat solidaritas, persatuan 5.000 massa yang akan turun kejalan menyuarakan keadilan sosial, perlindungan ruang hidup, penghentian penindasan terhadap rakyat serta penolakan terhadap segala bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat.Momentum ini adalah titik temu seluruh elemen, sudah Saatnya kita bersatu, saatnya bergerak, saatnya rakyat mengambil kembali haknya. Mei Day adalah milik perjuangan kaum buruh. Rakyat Melawan, Rakyat Menang!” Tutup Rahmat penuh semangat dan harapan.









