Palu, TabeNews.com – Keberadaan Grup WhatsApp Kanal Aspirasi Warga Buol dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian keterbukaan informasi publik di Kabupaten Buol. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah, Irfan Deny Pontoh, S.Sos, yang menilai inovasi berbasis partisipasi warga tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong transparansi pemerintah daerah.
Menurut Irfan, grup WhatsApp tersebut merupakan bagian dari inovasi yang dapat diperhitungkan dalam proses monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Buol.
Meski lahir dari prakarsa mandiri masyarakat, keberadaannya dinilai perlu mendapatkan perhatian dan dukungan serius dari pemerintah daerah.
“Sekalipun ini merupakan inisiatif warga, Pemerintah Daerah Kabupaten Buol melalui Dinas Kominfo sebaiknya turut memberikan andil agar kualitas diskusi dan fungsi grup tetap terjaga serta semakin berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Buol selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) memiliki kepentingan besar dalam menjaga ruang digital seperti grup tersebut agar tetap eksis.
Pasalnya, Kanal Aspirasi Warga Buol dapat menjadi salah satu inovasi yang mendukung peningkatan peringkat keterbukaan informasi Pemda Buol pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.
Berdasarkan hasil kegiatan pra-monitoring dan evaluasi Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah, Pemda Buol disebut memiliki peluang besar untuk meningkatkan peringkat keterbukaan informasi publik.
Pada tahun 2025, Kabupaten Buol berada di posisi kelima, namun pada tahun 2026 berpotensi menembus tiga besar, bahkan tidak menutup kemungkinan meraih posisi puncak untuk kategori pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Namun demikian, Irfan menekankan bahwa capaian tersebut sangat bergantung pada konsistensi dan kualitas layanan informasi publik yang diberikan pemerintah daerah.
Ia menyebut, komitmen pimpinan daerah, optimalisasi kinerja PPID Utama dan PPID Pelaksana di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga penguatan PPID di tingkat desa menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Saat ini upaya yang dilakukan Pemda Buol melalui PPID Utama sudah cukup baik. Ini terlihat dari pengembangan layanan informasi melalui website resmi pemerintah, layanan aduan darurat 112, program sentralisasi internet di seluruh OPD, serta keberadaan Grup WhatsApp Kanal Aspirasi Warga Buol sebagai media komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Selain menjadi sarana penyampaian aspirasi, grup tersebut juga berfungsi sebagai ruang diskusi publik yang terbuka dan dinamis. Diskusi dalam grup ini dipandu langsung oleh admin Suleman Dj. Latantu, seorang jurnalis senior yang aktif mengawal jalannya percakapan agar tetap produktif dan konstruktif.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Kanal Aspirasi Warga Buol diharapkan terus berkembang sebagai model inovasi keterbukaan informasi berbasis partisipasi masyarakat, sekaligus menjadi penguat hubungan antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Redaksi










