Buol, TabeNews.com – Diskusi publik yang digelar melalui WhatsApp Grup Kanal Aspirasi Warga Buol kembali menegaskan pentingnya sektor perikanan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Selain melahirkan sejumlah rekomendasi strategis, forum ini juga merumuskan kesimpulan bersama yang memperkuat arah kebijakan ke depan.
Diskusi yang melibatkan unsur pemerintah, nelayan, akademisi, serta pemerhati pembangunan ini menyoroti besarnya potensi sektor perikanan Kabupaten Buol yang dinilai belum dikelola secara optimal.
Dalam rekomendasi sebelumnya, peserta diskusi mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan sektor perikanan sebagai prioritas pembangunan, mempercepat pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), memperkuat armada nelayan, hingga membuka peluang investasi berbasis bisnis hulu–hilir.
Sebagai penegasan, forum juga menghasilkan kesimpulan penting yang menjadi refleksi bersama seluruh peserta diskusi.
Disebutkan bahwa laut Buol bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang harapan, sumber kehidupan, dan masa depan ekonomi masyarakat. Kabupaten Buol dinilai memiliki potensi besar berupa garis pantai yang panjang, kawasan budidaya yang luas, serta ribuan nelayan aktif dengan potensi tangkap dan budidaya yang menjanjikan.
Namun demikian, potensi tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan mendasar, mulai dari keterbatasan armada, lemahnya rantai pasar, belum tersedianya TPI yang representatif, minimnya fasilitas cold storage dan SPBUN, hingga persoalan distribusi BBM subsidi.
Selain itu, ancaman terhadap ekologi pesisir seperti praktik bom ikan, degradasi mangrove, serta kerusakan terumbu karang juga menjadi perhatian serius dalam diskusi tersebut.
Diskusi ini juga menegaskan bahwa arah pembangunan sektor perikanan ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada retribusi semata. Lebih dari itu, diperlukan transformasi menuju ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Langkah tersebut meliputi penguatan produksi, pembangunan rantai pasok, pembukaan akses offtaker, pengembangan hatchery, budidaya tambak udang vaname dan air tawar, industri pengolahan, hingga penetrasi pasar regional dan ekspor.
Tak kalah penting, pembangunan sektor perikanan harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia nelayan, kelembagaan kelompok, serta peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital.
“Fasilitas tanpa pemberdayaan hanya akan melahirkan bangunan, bukan kemajuan,” menjadi salah satu penegasan dalam kesimpulan diskusi tersebut.
Forum ini juga menekankan bahwa kemajuan sektor perikanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan kerja kolaboratif seluruh pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, nelayan, akademisi, komunitas, hingga investor.
Peserta diskusi optimistis bahwa dengan tata kelola yang bersih, terukur, dan berorientasi pasar, sektor perikanan Buol dapat menjadi sumber utama peningkatan PAD, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.
“Dari ombak yang bergulung, kita rajut harapan. Dari laut yang luas, kita jemput masa depan,” menjadi pesan penutup yang menggambarkan optimisme bersama.
Kesimpulan diskusi ini disampaikan oleh Admin Grup, Suleman Dj. Latantu, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong kemajuan sektor perikanan di Kabupaten Buol.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, masyarakat berharap laut Buol tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga menjadi jalan menuju kejayaan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Bumi Pogogul.
Redaksi





