Tolitoli — Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan shalat Subuh di Masjid Mujahidin, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, pada Jumat (6/3/2026) bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 Hijriah.
Sejak memasuki pekarangan masjid, jamaah langsung disambut dengan lingkungan yang bersih dan tertata rapi. Pengurus masjid terlihat sangat memperhatikan kebersihan fasilitas, mulai dari area tempat wudhu hingga halaman masjid. Tempat wudhu jamaah perempuan berada di sisi utara, sementara tempat wudhu jamaah laki-laki terletak di sudut kanan bagian barat masjid.
Masjid Mujahidin sendiri berada di kawasan kompleks taman kota Tolitoli. Tak jauh dari lokasi masjid berdiri Gereja Imanuel yang menjadi simbol kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di Kelurahan Panasakan. Keberadaan dua rumah ibadah tersebut memberikan warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengan damai.
Tepat pukul 05.16 WITA, shalat Subuh dimulai dengan imam Ustaz Syawal Hamid. Jamaah yang memadati masjid mengikuti shalat dengan penuh kekhusyukan. Pada rakaat pertama, imam melantunkan Surah Al-A’la setelah membaca Al-Fatihah, yang dikenal sebagai salah satu surah yang disukai Rasulullah SAW untuk dibaca saat shalat Subuh. Sementara pada rakaat kedua, imam membaca Surah Al-Ghasyiyah.
Setelah shalat, ceramah singkat disampaikan oleh Ustaz Muhammad Alfian, S.Pd. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan beberapa golongan manusia yang dirindukan surga.
Pertama, mereka yang gemar membaca Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Kedua, orang yang mampu menjaga lisannya agar tidak melukai perasaan orang lain, baik secara langsung maupun melalui media sosial, serta menjauhi perkataan yang tidak diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Ketiga, orang yang senang berbagi makanan kepada sesama, terlebih di bulan Ramadan. Ia mengingatkan bahwa memberikan makanan atau minuman kepada orang yang berbuka puasa memiliki pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Terakhir, orang yang dirindukan surga adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keimanan.
Seusai ceramah, jamaah perlahan meninggalkan masjid. Dari ufuk timur, cahaya mentari pagi mulai memancar menandai datangnya hari ke-16 Ramadan. Udara pagi yang masih sejuk dan segar, belum tercemar polusi kendaraan, menambah ketenangan hati para jamaah yang kembali ke rumah masing-masing setelah menunaikan ibadah.
Armen Djaru
Suasana Shalat Subuh di Masjid Mujahidin Panasakan pada 16 Ramadan 1447 H
Suardi Yadjib2 min baca








