Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Uncategorized

Pasutri di Dakopamean Serahkan Aqiqah Putri Sulung di Pesantren Darul Ilmi Siapo

72
×

Pasutri di Dakopamean Serahkan Aqiqah Putri Sulung di Pesantren Darul Ilmi Siapo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


TABEnews.com,–Sepasang suami istri (pasutri) asal Dakopamean menyerahkan pelaksanaan aqiqah putri sulung mereka di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Desa Siapo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama para santri dan santriwati pada hari ke-17 Ramadhan 1447 H / 2026 M, tepatnya Jumat (6/3/2026).
Ayah dari bayi tersebut, Mohammad Yusran, kepada media ini menyampaikan rasa syukur atas kelahiran putri pertama mereka yang diberi nama Azarine Nafisah, yang kini berusia lima bulan.
Ia mengaku banyak hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya saat menjalani kehidupan rumah tangga bersama istrinya, Siti Maryam, termasuk tanggung jawab sebagai orang tua.
“Setelah saya menikah, banyak hal yang tidak pernah terbayangkan akan saya hadapi dalam membangun rumah tangga bersama istri tercinta. Salah satunya adalah menjalankan aqiqah untuk anak kandung kami. Karena itu saya tidak lupa selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah mempercayakan kami untuk melindungi dan merawat makhluk ciptaan-Nya,” ujar Mohammad Yusran dengan mata berkaca-kaca.
Dalam ajaran Islam, aqiqah merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran anak yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu.
Pelaksanaan aqiqah umumnya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi dengan menyembelih kambing, yaitu dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan, disertai mencukur rambut bayi serta memberikan nama yang baik. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya.” (HR. Ahmad).
Saat ini, tidak sedikit pasangan suami istri yang mempercayakan pelaksanaan aqiqah kepada pesantren. Selain lebih praktis, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat sosial karena makanan hasil aqiqah dapat dibagikan kepada para santri, pengurus pondok pesantren, serta masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai berbagi dan rasa syukur dapat dirasakan bersama, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

pewarta: armen djaru

Advertising
banner 325x300
Advertising

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600